Pencarian

Pertamina Luncurkan Kapal Pintar Pembersih Sampah di Bali, Targetkan Kurangi 1 Ton Sampah Per Tahun

Rabu, 10 Juni 2026 • 19:06:31 WIB
Pertamina Luncurkan Kapal Pintar Pembersih Sampah di Bali, Targetkan Kurangi 1 Ton Sampah Per Tahun
Kapal pintar pembersih sampah milik Pertamina mulai beroperasi di kawasan The Patra Bali Resort & Villas.

KALIMANTAN TENGAH — Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyebut masalah sampah perairan sudah pada level mengkhawatirkan. "Wisatawan datang ke Bali utamanya karena daya tarik pantai. Jika pantai penuh sampah, daya tarik berubah jadi jijik," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Iriawan menambahkan, sampah laut juga menjadi risiko operasional bagi industri migas. Sampah dapat mengganggu baling-baling kapal dan menyumbat sistem pendingin mesin, sehingga berpotensi menghambat distribusi energi.

Kolaborasi ITS, Kapal Ini Bisa 'Berburu' Sampah Secara Otonom

Kapal Autonomous Trash Skimmer merupakan hasil kolaborasi Pertamina dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Pertamina International Shipping, Pertamina Foundation, dan Patra Jasa. Kapal sepanjang 8 meter dengan desain lambung catamaran ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), sensor ultrasonik, kamera, GPS, dan sistem monitoring real-time.

Teknologi tersebut memungkinkan kapal mendeteksi dan mengumpulkan sampah secara mandiri maupun manual. Kapal juga menggunakan motor listrik hybrid yang didukung panel surya, sehingga operasinya rendah emisi dan ramah lingkungan.

Satu keunggulan lain: kapal ini dilengkapi mesin pencacah plastik untuk mendukung proses daur ulang, serta katrol elektrik berkapasitas 500 kilogram untuk memudahkan pengangkatan sampah.

Pilot Project di Bali dan Kalimantan, Target Berbeda

Sebagai langkah awal, Pertamina menempatkan kapal ini di kawasan The Patra Bali Resort & Villas, Kabupaten Badung, Bali. Lokasi itu dipilih karena tingginya aktivitas pariwisata pesisir yang membutuhkan pengelolaan sampah berkelanjutan.

"Pemilihan lokasi yang berdampingan dengan Patra Bali Resort & Villas dan AFT Ngurah Rai memiliki nilai strategis karena menopang kawasan pariwisata sekaligus infrastruktur energi yang vital bagi Bali," kata Iriawan.

Untuk tahap awal, Pertamina menargetkan pengurangan volume sampah pesisir di sekitar Bali hingga 1 ton per tahun. Sementara di Kalimantan, tepatnya di TBBM Kotabaru (Desa Semayap dan Desa Rampa), target pengurangan timbulan sampah pesisir mencapai 20 ton per tahun.

Rencana Ekspansi ke 8 Lokasi Lain

Ke depan, program ini akan diperluas ke sejumlah titik strategis lainnya. Lokasi potensial meliputi Integrated Terminal Cilacap, Integrated Terminal Balongan, Fuel Terminal Maos, Fuel Terminal Ternate, Fuel Terminal Wayame, Fuel Terminal Parepare, Fuel Terminal Masohi, dan FT Labuan Bajo.

Iriawan berharap inisiatif ini bisa menjadi model pengelolaan sampah perairan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah. "Keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: finance.detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks