SUKAMARA — Lonjakan peserta pawai takbir dan tanglung di Sukamara menjadi bukti semaraknya perayaan Iduladha tahun ini. PHBI Sukamara mencatat jumlah peserta mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat dari periode sebelumnya.
Warga dari Berbagai Kecamatan Padati Jalan Protokol
Ribuan warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, turun ke jalan. Mereka membawa obor, lampion, dan replika masjid yang dihias lampu warna-warni. Pawai berlangsung meriah sejak selepas salat Isya hingga larut malam.
Pantauan di lokasi, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama sempat dialihkan. Petugas kepolisian dan satpol PP diterjunkan untuk mengatur jalannya pawai serta memastikan keamanan.
Mengapa Partisipasi Warga Melonjak Tahun Ini?
Peningkatan jumlah peserta ini tidak terlepas dari kondisi pandemi yang telah mereda. PHBI Sukamara menyebutkan, tahun lalu pawai masih dibatasi untuk menghindari kerumunan. Kini, warga bebas berpartisipasi tanpa ada pembatasan kuota.
“Alhamdulillah, tahun ini euforia masyarakat sangat luar biasa. Kami juga menambah titik kumpul dan rute pawai agar lebih banyak warga yang bisa ikut serta,” ujar Ketua PHBI Sukamara, Ahmad Fauzi, dalam keterangannya.
Pawai Takbir sebagai Tradisi dan Ajang Silaturahmi
Bagi warga Sukamara, pawai takbir bukan sekadar ritual keagamaan. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antarwarga dari berbagai kelurahan dan kecamatan. Banyak peserta yang sengaja datang bersama keluarga besar.
“Ini tradisi yang harus kita jaga. Anak-anak juga senang karena bisa bermain dan melihat lampion warna-warni,” ujar Siti Rahmah, seorang warga Kecamatan Sukamara yang ikut dalam pawai.
Apa Dampak Pawai Takbir bagi Warga Sukamara?
Pawai takbir memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Pedagang kaki lima yang menjual mainan anak, makanan ringan, dan aksesoris obor kebanjiran pembeli. Beberapa warung di sepanjang rute pawai juga melaporkan peningkatan omzet.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat rasa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Sukamara. Warga non-muslim pun turut menyaksikan dan mengapresiasi kemeriahan pawai.
Siapa yang Paling Terdampak?
Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling antusias. Mereka membawa tanglung buatan sendiri dan replika masjid mini. Beberapa sekolah bahkan mengadakan lomba menghias tanglung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Iduladha.
PHBI Sukamara berencana menjadikan pawai takbir sebagai agenda tahunan yang lebih terorganisir. Mereka akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan dana bantuan bagi peserta dari keluarga kurang mampu.
Kapan Pawai Takbir Digelar Kembali?
Pawai takbir dan tanglung di Sukamara digelar setiap malam menjelang Hari Raya Iduladha. Untuk tahun depan, PHBI menargetkan peserta bisa mencapai dua kali lipat dari tahun ini. Mereka juga akan menambah variasi lomba dan hiburan untuk menarik lebih banyak partisipasi warga.
Pemerintah Kabupaten Sukamara menyambut baik antusiasme masyarakat. Mereka berharap tradisi ini terus lestari dan menjadi ikon budaya keagamaan di Kalimantan Tengah.