PALANGKA RAYA — Kabupaten Barito Utara keluar sebagai juara umum dan juara pertama FBIM 2026. Kota Palangka Raya menyusul di posisi kedua, sementara Kabupaten Murung Raya menempati urutan ketiga dalam ajang budaya terbesar di Bumi Tambun Bungai tersebut.
Selain predikat runner up, kontingen Kota Palangka Raya juga meraih penghargaan sebagai Penyaji Terbaik IV pada kategori Karnaval Budaya tingkat kabupaten/kota. Penghargaan itu diberikan di malam puncak yang dirangkai dengan gelaran Huma Betang Night dan dihadiri ribuan warga dari berbagai daerah.
Pemkot Apresiasi Kerja Keras Kontingen
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan rasa bangga atas capaian anak buahnya di FBIM 2026. Menurut dia, hasil ini merupakan buah dari kerja sama semua pihak, mulai dari seniman, budayawan, hingga masyarakat yang terlibat langsung dalam festival.
“Alhamdulillah, capaian runner up ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Palangka Raya. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh kontingen, seniman, budayawan, dan masyarakat yang terus menjaga serta melestarikan budaya daerah dengan penuh semangat,” ujar Fairid dalam sambutannya di malam penutupan.
Penampilan Kreatif dan Sarat Filosofi Dayak
Keberhasilan Kota Palangka Raya tak lepas dari konsistensi peserta dalam menampilkan kekayaan budaya Dayak secara kreatif dan atraktif. Mulai dari busana adat, tarian tradisional, musik daerah, hingga permainan rakyat yang ditampilkan mampu memberikan warna tersendiri di ajang FBIM tahun ini.
Malam penutupan turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, jajaran Forkopimda, kepala daerah kabupaten/kota, tokoh adat, seniman, serta pelaku UMKM. Acara berlangsung meriah dengan pertunjukan seni yang menyedot perhatian masyarakat.
Harapan ke Depan: Budaya Lokal Jadi Identitas Generasi Muda
Fairid Naparin menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung pengembangan seni dan budaya lokal agar tetap lestari dan semakin dikenal luas, terutama di kalangan generasi muda. Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penampilan pada event-event berikutnya.
“Budaya lokal harus menjadi identitas yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” tambah Fairid. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, seniman, budayawan, dan masyarakat untuk memperkuat identitas budaya daerah.
Kota Palangka Raya kini bersiap untuk tampil lebih baik lagi pada FBIM tahun depan. Targetnya, posisi runner up bisa ditingkatkan menjadi juara umum.