PALANGKA RAYA — Dua ikon daerah di Kalimantan Tengah resmi mengantongi status sebagai kawasan berbasis Kekayaan Intelektual (KI). Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah (Kanwil Kemenkum Kalteng), Hajrianor menyebut penetapan ini menjadi momentum istimewa yang sarat makna sejarah bagi daerah.
"Hal ini menjadi momentum istimewa yang tidak hanya sarat makna sejarah, tetapi juga menghadirkan kabar membanggakan bagi daerah," kata Hajrianor di Palangka Raya, Senin.
Dua Kawasan yang Mendapat Penetapan
Penetapan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran saat upacara akhir pekan lalu. Dua piagam yang diberikan mencakup Festival Budaya Isen Mulang dan Wisata Sungai Hitam Sabangau.
Keduanya ditetapkan dalam kategori kawasan berbasis Kekayaan Intelektual untuk kategori kawasan karya cipta dan merek. Pengakuan ini menjadi langkah penting dalam upaya perlindungan, pelestarian, dan pengembangan aset daerah melalui skema Kekayaan Intelektual.
Mengapa Status Ini Penting bagi Kalteng?
Hajrianor menegaskan bahwa perlindungan Kekayaan Intelektual tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Kawasan yang ditetapkan dinilai memiliki karakteristik, kreativitas, dan potensi ekonomi berbasis hasil karya, budaya, maupun identitas khas daerah.
"Penetapan ini menjadi kebanggaan bersama masyarakat Kalimantan Tengah. Kekayaan budaya dan potensi wisata daerah perlu mendapatkan perlindungan agar tetap lestari serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Hajrianor.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Kehadiran skema kawasan berbasis Kekayaan Intelektual diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Festival Budaya Isen Mulang yang sudah dikenal sebagai event tahunan kini memiliki payung hukum yang lebih kuat.
Sementara itu, Wisata Sungai Hitam Sabangau yang merupakan destinasi alam khas Kalteng juga mendapatkan pengakuan resmi. Perlindungan ini diyakini dapat menjaga kelestarian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
Komitmen Menjaga Identitas Daerah
Peringatan hari jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah tahun ini menjadi penanda semakin kuatnya komitmen berbagai pihak dalam menjaga identitas, budaya, dan potensi lokal. Hajrianor menambahkan, perlindungan Kekayaan Intelektual menjadi aset masa depan daerah yang perlu dirawat bersama.
Dengan status baru ini, Festival Budaya Isen Mulang dan Wisata Sungai Hitam Sabangau diharapkan tidak hanya menjadi ikon daerah, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis budaya dan alam yang berkelanjutan.