PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta para konsultan lokal tidak lagi bekerja dengan cara-cara lama. Di tengah percepatan pembangunan yang terintegrasi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), adaptasi terhadap teknologi digital dan pemahaman regulasi terbaru menjadi harga mati.
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Darliansjah, menegaskan bahwa kualitas pembangunan daerah sangat bergantung pada perencanaan yang matang. Ia menyebut peran INKINDO sebagai organisasi profesi konsultan sangat krusial dalam memastikan setiap proyek pemerintah berjalan tepat sasaran dan berbasis data.
Mengapa Konsultan Lokal Harus Berubah?
Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalteng yang dibacakan Darliansjah, disebutkan bahwa pembangunan yang merata hingga ke wilayah pedalaman membutuhkan sinergi kuat. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan tenaga ahli yang profesional dan inovatif.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada INKINDO atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah,” tutur Darliansjah di Hotel Best Western Palangka Raya.
Ia menambahkan, pembangunan berkualitas harus mampu menjawab tantangan jangka pendek maupun panjang. “Kita semua adalah mitra untuk memastikan pembangunan Kalimantan Tengah berjalan berkualitas, berbasis data, tepat sasaran, menjunjung kearifan lokal, dan memiliki nilai tambah jangka panjang,” imbuhnya.
Dukungan Forkopimda dan Isu Perlindungan Konsultan
Musprov XII yang mengusung tema “Transformasi Jasa Konsultasi untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global” ini dihadiri oleh unsur Forkopimda. Sekretaris Jenderal DPN INKINDO Pusat, Imam Hartawan, menyoroti kehadiran perwakilan Kejaksaan Tinggi, Polda, dan Pangdam sebagai bukti dukungan nyata terhadap organisasi profesi ini.
“INKINDO merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam penyediaan jasa konsultasi dan tenaga ahli engineering,” ujar Imam Hartawan.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap konsultan lokal. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan adaptasi terhadap transformasi digital menjadi isu utama yang dibahas dalam forum tersebut.
Posisi Strategis Kalteng di Kawasan Penyangga IKN
Ketua DPP INKINDO Kalimantan Tengah, Suparman, menilai tema Musprov XII sangat relevan. Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga IKN. Hal ini menuntut jasa konsultasi lokal untuk mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan berkelanjutan.
“Penguatan kelembagaan dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan harus terus didorong,” kata Suparman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Pangdam XXII/Tanjungpura, perwakilan Kapolda Kalteng, perwakilan Kajati Kalteng, akademisi, serta anggota INKINDO dari berbagai daerah di Indonesia.
Kapan Transformasi Digital Konsultan Mulai Diterapkan?
Meski tidak disebutkan jadwal spesifik, forum ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mendorong percepatan adaptasi. Regulasi terbaru di sektor jasa konstruksi dan konsultasi menjadi landasan yang harus segera dipelajari oleh para anggota INKINDO.
Dengan subtema “Adaptasi Konsultan terhadap Transformasi Digital dan Regulasi Terbaru”, Musprov XII menjadi momentum bagi konsultan di Kalteng untuk berbenah. Targetnya jelas: menghasilkan perencanaan pembangunan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdaya saing global.