Pencarian

Danantara Buka Suara soal Nasib PT INTI: Rugi Terus, Terancam Tutup

Minggu, 24 Mei 2026 • 13:59:37 WIB
Danantara Buka Suara soal Nasib PT INTI: Rugi Terus, Terancam Tutup
Dony Oskaria menyatakan PT INTI menghadapi ancaman penutupan akibat kerugian berkelanjutan.

KALIMANTAN TENGAH — Dony Oskaria secara terbuka menyebut PT INTI sebagai salah satu BUMN yang tengah berada dalam tekanan berat. Perusahaan yang dulu sangat dikenal di Bandung itu, menurutnya, kini menghadapi persoalan yang akut.

"Kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal, sekarang menghadapi persoalan, mungkin akan kita tutup juga," ujar Dony dalam acara tersebut.

Selain PT INTI, Dony juga menyinggung PT Jakarta Lloyd (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai contoh BUMN lain yang pernah mengalami tekanan bisnis serius. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut apakah kedua perusahaan itu juga masuk daftar kandidat penutupan.

Akar Masalah: BUMN Berjalan Sendiri-sendiri

Menurut Dony, salah satu kelemahan mendasar pengelolaan BUMN selama ini adalah tidak adanya sistem yang terintegrasi antarperusahaan. Akibatnya, BUMN yang sehat seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tidak bisa turun tangan membantu perusahaan pelat merah yang sedang kolaps.

"BUMN sebelumnya itu berdiri sendiri-sendiri. Ini yang banyak orang tidak tahu," jelasnya.

"Labanya BRI, Bank Mandiri dan lainnya tidak bisa dipergunakan untuk membantu perusahaan yang lain," tambah Dony.

Danantara Jadi Solusi Konsolidasi

Pemerintah kemudian membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund berbasis perusahaan negara atau state-owned enterprise based sovereign wealth fund. Melalui model ini, seluruh BUMN dilebur dalam satu holding company sehingga proses restrukturisasi dan penyehatan bisa dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

"Dengan satu holding company sekarang itu mudah bagi kita untuk melakukan proses penyehatan daripada perusahaan-perusahaan kita," kata Dony.

Ia menegaskan perubahan tata kelola ini bukan sekadar formalitas. Tujuannya agar BUMN bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja.

"Kita harapkan akan memberikan kontribusi yang maksimal bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kita ke depan," pungkasnya.

Nasib PT INTI kini menjadi ujian pertama bagi efektivitas model konsolidasi Danantara. Apakah perusahaan telekomunikasi pelat merah itu bisa diselamatkan atau harus berakhir dengan penutupan, keputusannya ada di tangan holding raksasa ini.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks