SAMPIT — Banjir yang merendam permukiman di Desa Sungai Hanya, Kecamatan Antang Kalang, mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat tinggi muka air di Pos Duga Air Sungai Hanya turun dari 6,95 meter pada Kamis pagi menjadi 6,89 meter pada sore hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyatakan situasi mulai terkendali. “Sudah berlangsung dua hari ini dan muka air banjir per tanggal 14 Mei mulai mengalami penurunan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Penyebab Banjir dan Data Terkini
Banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah hulu Sungai Mentaya sejak 12 hingga 14 Mei 2026. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya dan BMKG H. Asan Sampit melakukan kaji cepat di lokasi.
Hasilnya, sebanyak 80 rumah warga terdampak dengan total sekitar 67 kepala keluarga merasakan dampak langsung. Meski belum ada laporan korban jiwa, sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat dan tetangga di lokasi yang lebih aman.
Longsor Ancam Enam Rumah di Tualan Hulu
Selain banjir, Pemkab Kotim juga memantau bencana longsor di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu. Longsor terjadi akibat tingginya debit Sungai Tualan yang mengikis bantaran sungai, mengancam sedikitnya enam rumah warga.
Longsoran tanah dilaporkan tinggal berjarak sekitar satu meter dari badan jalan desa. Pemerintah desa dan kecamatan khawatir akses transportasi warga bisa terputus jika longsor tidak segera ditangani.
Kesiapsiagaan dan Imbauan untuk Warga
BPBD Kotim terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan.
Cuaca ekstrem dengan potensi hujan sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Aparat kecamatan dan desa bersiaga untuk membantu masyarakat apabila kondisi kembali memburuk.