Pencarian

Banjir Rob 3 Meter Ancam Kotim, BMKG Minta Warga Pesisir Waspada

Rabu, 06 Mei 2026 • 20:22:30 WIB
Banjir Rob 3 Meter Ancam Kotim, BMKG Minta Warga Pesisir Waspada
Warga pesisir Kotim diimbau waspada menghadapi banjir rob setinggi 3 meter pada 7 Mei 2026.

SAMPIT — Masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir serta sepanjang bantaran Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diminta bersiaga menghadapi potensi banjir rob ekstrem. Berdasarkan data prakiraan pasang surut harian Teluk Sampit, ketinggian muka air laut diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan pada Kamis, 7 Mei 2026.

Puncak Pasang Air Laut Diprediksi Terjadi Siang Hari

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar mencatat pergerakan air pasang mulai terlihat sejak pukul 07.00 WIB. Tren kenaikan ini akan terus berlangsung hingga mencapai titik tertinggi pada tengah hari.

Ketinggian air laut di wilayah Teluk Sampit diprediksi menyentuh angka 3 meter tepat pada pukul 11.00 WIB. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi warga, terutama mereka yang memiliki aktivitas di sekitar dermaga dan pemukiman rendah yang rentan terhadap luapan air laut.

Ancaman Ganda: Pasang Tinggi dan Potensi Hujan Lebat

Situasi di Kotawaringin Timur diperkirakan kian menantang karena adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari yang sama. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut melaporkan bahwa wilayah Kotim bagian utara berisiko dilanda cuaca ekstrem yang disertai kilat dan angin kencang.

Fenomena cuaca ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada di fase 2 atau wilayah Samudera Hindia. Kondisi tersebut memicu pembentukan awan hujan masif di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.

“Terpantau adanya belokan angin serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut diperkuat oleh kelembaban udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer lokal yang mendukung proses konvektif,” tulis BMKG dalam rilis resminya, Rabu (6/5/2026).

Waspada Dampak Bencana Hidrometeorologi di Kotawaringin Timur

Kombinasi antara pasang air laut yang tinggi dan curah hujan lebat meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi secara serentak. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan potensi gangguan aktivitas akibat genangan air yang mungkin muncul di titik-titik rawan.

Selain ancaman banjir rob, cuaca ekstrem ini juga berpotensi memicu dampak turunan lainnya di lapangan. Masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya pohon tumbang akibat angin kencang serta tanah longsor di area dengan topografi miring.

“Waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang,” tegas pihak BMKG dalam imbauannya.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan informasi resmi dari saluran komunikasi BMKG untuk melakukan langkah mitigasi cepat jika ketinggian air melampaui ambang batas aman di pemukiman warga.

Bagikan
Sumber: tintaborneo.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks