SAMPIT — Imbauan ini disampaikan PHBI Kotim sebagai langkah antisipatif agar perayaan Iduladha berjalan lancar. Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif.
PHBI secara spesifik meminta agar takbiran tidak dilakukan dengan cara-cara yang berpotensi memicu gangguan. Penggunaan pengeras suara dengan volume berlebihan hingga larut malam menjadi salah satu poin yang ditekankan.
Mereka juga mengingatkan agar iring-iringan kendaraan saat takbiran tidak sampai memacetkan jalan raya atau mengganggu pengguna jalan lain. “Kami mengajak masyarakat melaksanakan takbiran secara khidmat dan menjaga suasana tetap aman serta tertib,” ujar perwakilan PHBI Kotim.
Kota Sampit sebagai pusat keramaian di Kotim kerap mengalami lonjakan aktivitas saat malam Iduladha. Tanpa koordinasi yang baik, kemacetan dan kebisingan kerap dikeluhkan warga yang tidak ikut merayakan atau mereka yang hendak beristirahat.
Imbauan ini menjadi panduan agar semangat merayakan hari raya tidak mengorbankan kenyamanan publik. PHBI berharap warga bisa mengekspresikan kegembiraan dengan cara yang tetap menghormati lingkungan sekitar.
Meski tidak merinci lokasi spesifik, PHBI mendorong pelaksanaan takbiran dilakukan di masjid atau musala masing-masing. Hal ini dinilai lebih efektif menjaga kekhusyukan dibandingkan berkeliling kota tanpa rute yang jelas.
Takbiran keliling yang tetap ingin dilakukan disarankan untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Koordinasi ini penting untuk pengaturan lalu lintas dan pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan.
PHBI tidak menyebutkan sanksi tegas, namun imbauan ini bersifat preventif. Pihaknya berharap kesadaran masyarakat menjadi benteng utama agar perayaan tetap meriah tanpa menimbulkan keresahan.
Jika gangguan tetap terjadi, aparat keamanan kemungkinan akan turun tangan berdasarkan laporan warga. Oleh karena itu, PHBI mengajak semua pihak untuk saling mengingatkan dan mengawasi pelaksanaan takbiran di lingkungan masing-masing.
Warga dapat berperan dengan melaporkan potensi gangguan kepada ketua RT/RW atau aparat keamanan terdekat. PHBI juga membuka ruang koordinasi bagi kelompok takbiran yang membutuhkan panduan rute aman.
Partisipasi aktif ini diharapkan bisa meminimalisir gesekan antarwarga. Pada akhirnya, tujuan bersama adalah menciptakan suasana Iduladha yang damai dan penuh makna di seluruh wilayah Kotawaringin Timur.