Pencarian

Kabut Asap Selimuti Sampit, Jarak Pandang Pagi di Bawah 20 Meter, Dishub Kotim Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan

Senin, 26 Oktober 2026 • 10:17:31 WIB
Kabut Asap Selimuti Sampit, Jarak Pandang Pagi di Bawah 20 Meter, Dishub Kotim Imbau Pengendara Kurangi Kecepatan
Kabut asap menyelimuti Sampit dengan jarak pandang pagi di bawah 20 meter.

SAMPIT — Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur Raihansyah menyebut jarak pandang pada pagi hari di tengah kabut asap dalam beberapa hari terakhir dilaporkan berada di bawah 20 meter. Kondisi itu dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jalan bila pengendara tetap melaju tanpa mengurangi kecepatan.

Dishub Kotim menyebar imbauan kewaspadaan melalui media sosial dan kanal komunikasi instansi. Pengendara diminta menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi pandangan yang terbatas.

"Seiring dengan kabut asap yang tiap pagi jarak pandang itu sekitar di bawah 20 meter, kami terus mengimbau melalui media sosial Dishub dan lainnya, agar kita sama-sama berhati-hati di dalam berlalu lintas," ujar Raihansyah, Jumat (23/10).

Penyeberangan Sungai Ikut Terdampak Kabut

Kewaspadaan tidak hanya diperlukan di jalan darat. Raihansyah menyoroti aktivitas penyeberangan sungai yang juga terdampak keterbatasan jarak pandang.

"Baik di darat maupun di sungai penyeberangan. Karena di sungai penyeberangan pun jarak pandang ini terbatas dan mengkhawatirkan, takutnya ada kejadian atau kecelakaan yang tidak kita inginkan," paparnya.

Pengelola dan pengguna jasa penyeberangan diminta memperhitungkan kondisi visibilitas sebelum memulai perjalanan. Kabut yang pekat pada pagi hari memperpendek waktu reaksi pengemudi maupun nakhoda.

Warga Diminta Tunda Perjalanan Pagi yang Tidak Mendesak

Dishub Kotim meminta masyarakat mempertimbangkan ulang rencana perjalanan pada pagi hari apabila tidak mendesak. Pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melintas saat jarak pandang sangat terbatas.

"Kalau memang tidak terlalu perlu, pada pagi hari jangan keluar karena jarak pandang ini terbatas. Ini supaya kita sama-sama menjaga keselamatan berlalu lintas," tegas Raihansyah.

Selain mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, pengendara diminta menyalakan lampu kendaraan pada siang hari ketika kabut asap mengurangi visibilitas. Langkah itu disebut sebagai salah satu upaya menjaga keselamatan di jalan.

"Di jalan juga kami mengimbau untuk menyalakan lampu pada siang hari, karena ini salah satu upaya untuk keselamatan kita," imbuh Raihansyah.

Kabut Pagi Berulang, Pengendara Diminta Sesuaikan Laju

Kabut asap disebut masih pekat dalam beberapa hari terakhir dan cenderung muncul pada pagi hari. Pola itu membuat jam berangkat kerja dan sekolah menjadi periode paling rawan bagi pengguna jalan di Sampit.

Dishub Kotim akan terus mengirim imbauan melalui kanal resmi instansi selama kondisi jarak pandang belum membaik. Pengendara diharapkan memeriksa kondisi pandangan sebelum berangkat dan menunda perjalanan bila kabut terlalu tebal.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarsampit.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks