PALANGKA RAYA — Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, turut hadir dalam prosesi pembukaan tersebut. Ia mendampingi Wali Kota Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota Ahmad Zaini, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, dan Ketua TP-PKK Kota Palangka Raya Avina Fairid Naparin.
Pembukaan ditandai pemotongan pita oleh Avina Fairid Naparin. Setelah itu, rombongan meninjau sejumlah stan pameran yang menampilkan produk unggulan serta hasil karya pelaku UMKM dan instansi.
74 UMKM hingga 210 Lapak PKL Mengisi Area Pameran
Peserta Palangka Raya Fair 2026 terdiri atas 31 stan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya. Turut serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, dan PT Bank Pembangunan Kalimantan Tengah (Bank Kalteng).
TP-PKK Kota Palangka Raya, stan perusahaan niaga, dan dealer juga mengisi area pameran. Sebanyak 74 pelaku UMKM tercatat sebagai peserta, ditambah sekitar 210 lapak pedagang kreatif lapangan.
Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya memfasilitasi 30 tenda UMKM gratis bagi pelaku usaha mikro. Fasilitas itu diberikan agar usaha kecil bisa ikut tampil tanpa terbebani biaya sewa.
Yuas Elko: Kegiatan Ini Bagian dari Pengendalian Inflasi
Yuas Elko menilai Palangka Raya Fair mampu menjadi sarana promosi sekaligus mendorong kebangkitan sektor UMKM. Menurutnya, kegiatan semacam ini juga berkontribusi menjaga stabilitas harga daerah.
"Kegiatan ini sangat baik karena menjadi bagian dari promosi dan upaya menghidupkan UMKM. Harapannya, UMKM kita semakin bangkit sehingga masyarakat dapat menikmati dan berbelanja produk-produk lokal," ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi pemerintah kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kegiatan seperti ini juga dapat dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten dan kota lainnya. Selain menggerakkan perekonomian masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi agar tetap stabil," pungkasnya.
Berlangsung 17–21 Juli 2026
Palangka Raya Fair 2026 digelar selama lima hari, 17–21 Juli 2026. Penyelenggaraan tahun ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat pemberdayaan UMKM, sekaligus menghadirkan hiburan bagi warga Kota Palangka Raya.
Pameran ini menjadi ajang promosi, pameran produk, dan hiburan masyarakat. Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan kegiatan tersebut memberi dampak langsung bagi pelaku usaha kecil yang terlibat.