Pencarian

Kualitas Udara Palangka Raya Terburuk di Indonesia, Polutan 573 ug/m dan Berstatus Berbahaya Lebih dari 24 Jam

Minggu, 20 September 2026 • 10:17:31 WIB
Kualitas Udara Palangka Raya Terburuk di Indonesia, Polutan 573 ug/m dan Berstatus Berbahaya Lebih dari 24 Jam

PALANGKA RAYA — Kota Palangka Raya belum keluar dari status kualitas udara berbahaya. Pemantauan BMKG pada Minggu 20 September 2026 pukul 09.29 mencatat tingkat polutan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu berada di angka 573,1 ug/m. Angka tersebut menempatkan Palangka Raya sebagai kota dengan tingkat polutan tertinggi di Indonesia.

Posisi itu mengungguli sejumlah daerah lain di Kalimantan, seperti Pangkalan Bun, Kubu Raya, dan Sintang. Kondisi buruk ini bukan hanya terpantau pagi tadi.

Polutan Meningkat Sejak Pukul 05.00 WIB

Menurut BMKG, lonjakan tingkat polusi di Palangka Raya sudah mulai terjadi sejak pukul 05.00 WIB hari ini. Artinya, warga Kota Cantik menghirup udara berpolutan tinggi sejak dini hari.

Data IQAir memperkuat gambaran tersebut. Indeks kualitas udara versi IQAir untuk Palangka Raya berada di angka 1.061 AQI/US, yang masuk kategori berbahaya. Status ini tercatat sudah berlangsung lebih dari 24 jam.

Berbahaya hingga Pukul 21.00 WIB

IQAir memperkirakan status berbahaya ini akan bertahan cukup lama. Paling cepat, kondisi tersebut berlangsung hingga pukul 21.00 WIB nanti.

Dengan angka polutan yang jauh di atas ambang aman, warga Palangka Raya disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan paling berisiko terdampak.

Palangka Raya di Atas Daerah Lain di Kalimantan

Perbandingan BMKG menempatkan Palangka Raya di atas Pangkalan Bun, Kubu Raya, dan Sintang. Ketiga daerah itu juga tercatat memiliki tingkat polutan tinggi, tetapi tidak sebesar Palangka Raya.

Status berbahaya yang bertahan lebih dari sehari menandakan sumber polutan belum mereda. Warga Kota Cantik perlu memantau pembaruan data BMKG maupun IQAir secara berkala.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalamanthana.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks