KALIMANTAN TENGAH — Netflix merilis film dokumenter "Skenario Sang Jenderal" yang mengangkat kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada 18 September. Dokumenter garapan sutradara Rob Sixsmith ini menghadirkan wawancara eksklusif dengan Rosti Simanjuntak, ibu korban, serta sejumlah tokoh kunci penanganan perkara. Kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo itu kembali dibuka lewat arsip pemberitaan dan rekaman persidangan.
Dokumenter ini diproduksi Rob Sixsmith, nama yang sebelumnya menggarap "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso". Skenario Sang Jenderal membuka narasi lewat arsip pemberitaan empat tahun silam, saat kabar kematian Yosua di Duren Tiga pertama kali menyeruak ke publik.
Potongan rekaman tangis Rosti Simanjuntak di hadapan peti jenazah putranya menjadi salah satu momen yang ditampilkan. Dokumenter ini tidak sekadar mengompilasi liputan media, tetapi juga menghadirkan sejumlah narasumber yang terlibat langsung maupun mengikuti perkembangan kasus.
Wawancara dengan Tokoh Kunci
Selain Rosti Simanjuntak, dokumenter ini menampilkan pandangan kritis dari pensiunan Kabareskrim Polri Ito Sumardi. Poengky Indarti, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional yang dilibatkan dalam penanganan dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi, juga dihadirkan.
Skenario Sang Jenderal menyisipkan klip wawancara lama Ferdy Sambo saat masih aktif bertugas, jauh sebelum dirinya terjerat perkara hukum ini. Arsip tersebut memberi gambaran kontras antara sosok Sambo di masa jabatannya dan posisinya sebagai terpidana.
Kronologi Kasus yang Diangkat
Brigadir J ditemukan tewas pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta. Versi awal polisi menyebut korban tewas akibat baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer sebagai bentuk perlindungan atas dugaan pelecehan terhadap Putri Candrawathi.
Penyelidikan kemudian mengungkap tidak ada baku tembak dalam peristiwa itu. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Ferdy Sambo merekayasa kasus kematian Brigadir J dengan membuat cerita palsu tentang insiden baku tembak untuk menutupi pembunuhan berencana.
Sambo juga terbukti merusak CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk menghilangkan barang bukti. Dari temuan itu, penyidik menetapkan Sambo dan sejumlah pihak lain sebagai tersangka pembunuhan berencana.
Vonis Para Terpidana
Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. Majelis hakim menjatuhkan hukuman berbeda-beda kepada para terdakwa, dengan Ferdy Sambo menerima vonis terberat.
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, Sambo divonis pidana seumur hidup dan lolos dari hukuman mati. Hukuman Putri dipangkas dari 20 tahun penjara menjadi 10 tahun, Ricky Rizal dari 13 tahun menjadi 8 tahun, dan Kuat Ma'ruf dari 15 tahun menjadi 10 tahun.
Richard Eliezer dihukum 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan. Ia mendapatkan cuti bersyarat per Jumat, 4 Agustus 2023, dan statusnya berubah dari terpidana menjadi klien pemasyarakatan.
Posisi di Industri Dokumenter Kriminal
Skenario Sang Jenderal tayang di Netflix sejak 18 September. Kehadirannya menambah daftar dokumenter kriminal Indonesia yang mengangkat kasus hukum nyata ke platform streaming global, mengikuti jejak "Ice Cold" yang lebih dulu menarik perhatian penonton internasional.
Bagi penonton yang mengikuti perkembangan kasus Brigadir J, dokumenter ini menawarkan sudut pandang dari pihak-pihak yang jarang tampil di pemberitaan harian. Tayangnya bertepatan dengan makin besarnya minat publik pada genre true crime di layanan streaming.