Pencarian

Karhutla di Kotawaringin Timur Meluas ke Cempaga Hulu dan Bukit Santuai, Warga Sebut Hutan Lindung Terancam Habis

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:20:01 WIB
Karhutla di Kotawaringin Timur Meluas ke Cempaga Hulu dan Bukit Santuai, Warga Sebut Hutan Lindung Terancam Habis
Kobaran api terlihat membakar hutan dan lahan di kawasan Cempaga Hulu dan Bukit Santuai, Kotawaringin Timur, Senin (24/8) malam.

SAMPIT — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian meluas ke arah utara. Setelah sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cempaga, kobaran api kini dilaporkan membakar kawasan Cempaga Hulu dan Bukit Santuai pada Senin (24/8) malam.

Dari kejauhan, langit di wilayah tersebut tampak memerah diterpa gejolak api yang membesar. Titik-titik api terlihat membakar hutan, lahan kosong, hingga kebun milik masyarakat.

Kades Tumbang Penyahuan: Luasan Lahan Terbakar Cukup Luas

Salah satu lokasi kebakaran berada di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai. Kepala Desa Tumbang Penyahuan, Sempung, membenarkan adanya karhutla di wilayah desanya. Namun, ia belum bisa memastikan luasan pasti lahan yang terbakar karena sedang berada di luar kota.

"Saya coba hubungi Pospol di sana, namun belum ada sinyal. Saya masih perjalanan dari luar kota, dari Kalbar, jadi tidak di desa," kata Sempung saat dikonfirmasi, Selasa (25/8).

Ia menyebutkan, luasan lahan yang terbakar di Desa Tumbang Penyahuan cukup luas. Sejumlah lahan milik masyarakat juga ikut terdampak kobaran api.

"Untuk luasannya masih belum diketahui secara persis, namun memang cukup luas dan beberapa lahan warga terkena," ujarnya.

Warga: Ini Kawasan Hutan Lindung, Bisa Habis dalam Semalam

Informasi mengenai kebakaran di kawasan Bukit Santuai juga beredar melalui video yang menunjukkan kobaran api membakar lahan pada malam hari. Dalam rekaman tersebut, seorang warga menyebut api bergerak cepat dari tempat pengambilan air menuju arah bukit.

"Habis sudah di Santuai terbakar, dari tempat ambil air mengarah ke bukit, blok M 29 dan L 25," ujar seorang warga dalam video tersebut.

Ia menambahkan, dengan gejolak api yang sangat besar, hutan bisa habis dalam semalam. Ia pun mengingatkan bahwa area tersebut merupakan kawasan hutan lindung dan hutan konservasi yang harus dijaga.

"Tolong bapak-bapak, bisa habis dalam semalam, ini kawasan hutan lindung, hutan konservasi," ujarnya.

Keterbatasan Sarana dan Harapan Penanganan Cepat

Meluasnya karhutla hingga wilayah utara Kotim ini menunjukkan ancaman kebakaran masih terjadi di sejumlah titik. Di lapangan, masyarakat harus berhadapan dengan api menggunakan keterbatasan sarana dan sumber air.

Warga berharap penanganan segera dilakukan agar api tidak semakin meluas dan menjangkau lebih banyak kebun masyarakat. Ketersediaan air serta dukungan peralatan pemadaman menjadi kebutuhan utama untuk mempercepat proses pemadaman.

Masyarakat juga berharap perusahaan yang memiliki wilayah konsesi di sekitar lokasi turut memperkuat upaya pemadaman bersama pemerintah dan warga. Dengan kondisi api yang masih terlihat hingga malam, penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah kerugian masyarakat semakin besar.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks