Pencarian

Rakor Karhutla Bersama Presiden, Wakil Wali Kota Palangka Raya Sebut Lahan Gambut Kering Jadi Kendala Utama Pemadaman

Minggu, 23 Agustus 2026 • 15:31:01 WIB
Rakor Karhutla Bersama Presiden, Wakil Wali Kota Palangka Raya Sebut Lahan Gambut Kering Jadi Kendala Utama Pemadaman
Enam unit pompa air dan lima tangki air dikerahkan untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).

Pemerintah Kota Palangka Raya mengerahkan enam unit pompa air dan lima tangki berkapasitas ribuan liter untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di Kelurahan Petuk Katimpun. Wakil Wali Kota Achmad Zaini menyebut kondisi gambut yang semakin kering akibat musim kemarau menjadi kendala utama, usai mengikuti rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (22/8/2026).

PALANGKA RAYA — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kini berfokus pada titik terluas di Kelurahan Petuk Katimpun. Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengikuti rapat koordinasi bersama Presiden RI Prabowo Subianto melalui konferensi video dari lokasi tersebut, Sabtu (22/8/2026).

Dalam rakor itu, pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tambahan sarana prasarana untuk memperkuat penanganan di lapangan. Salah satu yang paling mendesak adalah penambahan pompa air dan pembangunan sumur bor.

Enam Pompa dan Lima Tangki Air Dikerahkan ke Petuk Katimpun

Sejumlah armada pemadam telah tiba di lokasi kebakaran. Dinas Kehutanan mengerahkan dua unit tangki air berkapasitas masing-masing 10 ribu liter. Satu unit tangki datang dari Polda, sementara TNI menurunkan tiga unit tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter.

BPBD juga menerjunkan enam unit pompa penyedot air yang saat ini masih bekerja di lapangan. "Kami terus berkoordinasi dan bersinergi bersama TNI, Polri, relawan, Manggala Agni dan seluruh pihak untuk bekerja keras melakukan pemadaman," ujar Achmad Zaini.

Kendala Utama: Gambut Kering dan Sumber Air Menyusut

Kondisi lahan gambut yang semakin kering akibat kemarau membuat api mudah menjalar dan sulit dipadamkan. Ketersediaan air menjadi tantangan tersendiri karena sumber-sumber air di sekitar lokasi kebakaran ikut menyusut jika hujan tak kunjung turun.

Penanganan kebakaran di lahan gambut tidak cukup hanya dengan menyiram permukaan. Api dapat merambat dan membakar lapisan gambut di bawah tanah, sehingga diperlukan metode suntik gambut untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali.

Pemkot Minta Tambahan Pompa dan Sumur Bor

Dalam rakor bersama Presiden, Pemkot Palangka Raya menyampaikan kebutuhan mendesak berupa penambahan pompa air dan pembangunan sumur bor di lokasi yang sulit mendapatkan sumber air.

"Untuk sumur bor, tentunya diperlukan mesin yang memiliki kemampuan kuat untuk menyedot air, mengingat kondisi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut," jelas Achmad Zaini.

Presiden Prabowo Tinjau Langsung Wilayah Terdampak di Kalteng

Presiden Prabowo Subianto diketahui melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah sekaligus meninjau sejumlah wilayah yang terdampak karhutla. Sebelumnya, ia juga telah berkoordinasi dengan unsur Forkopimda melalui zoom meeting dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Warga Diminta Tak Bakar Lahan dan Laporkan Titik Api

Achmad Zaini mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat Kota Palangka Raya masih berstatus siaga karhutla. "Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena sangat berbahaya dan dapat merugikan semua pihak. Jika menemukan api, segera lakukan pemadaman sedini mungkin agar tidak membesar," tegasnya.

Ia juga mengajak warga yang memiliki kolam atau tempat penampungan air untuk berkoordinasi dengan petugas di lapangan. "Kalau ada petugas yang melakukan pemadaman, masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi membantu. Jika ada kolam atau sumber air milik warga yang bisa dimanfaatkan, tentu dapat membantu petugas," katanya.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks