Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah (Kanwil Kemenkum Kalteng) melantik dua pejabat fungsional baru di bidang pengelolaan keuangan negara untuk memperkuat profesionalitas dan akuntabilitas APBN. Pelantikan ini digelar di Palangka Raya pada Senin (sebelumnya) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
PALANGKA RAYA — Kanwil Kemenkum Kalteng resmi memperkuat jajaran pengelola keuangan negara dengan melantik Sandi Veronica Bulo sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama dan Siti Renjani sebagai Pranata APBN Ahli Terampil. Keduanya diambil sumpah langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Kalteng, Hajrianor, dalam sebuah seremoni di Palangka Raya.
Hajrianor menegaskan bahwa pengelolaan APBN yang profesional dan akuntabel menjadi fondasi penting dalam mendukung kinerja organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, kompetensi teknis saja tidak cukup tanpa diimbangi integritas dan etika yang kuat.
"Kompetensi teknis harus berjalan seiring dengan integritas, etika, disiplin, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan," kata Hajrianor saat melantik dan mengambil sumpah dua pejabat fungsional di Palangka Raya.
Peran Kunci Analis dan Pranata APBN
Hajrianor memaparkan, posisi Analis APBN memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan analisis yang berkualitas dan objektif. Hasil analisis tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan serta mendukung peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara.
Sementara itu, Pranata APBN berperan memastikan proses pengelolaan anggaran berjalan cermat, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kedua peran ini dinilai krusial dalam menjaga kesehatan fiskal di lingkungan Kanwil Kemenkum Kalteng.
Integritas Jadi Syarat Mutlak Pengelola Keuangan
Dalam arahannya, Hajrianor menekankan bahwa integritas merupakan harga mati dalam pengelolaan keuangan negara. Keahlian teknis harus berjalan beriringan dengan kejujuran, objektivitas, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Ia juga mendorong pejabat yang baru dilantik untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan dan memanfaatkan teknologi. Hal ini penting agar mampu menghadirkan solusi dan perbaikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Target: Tata Kelola Anggaran yang Transparan
Hajrianor menegaskan, capaian pelaksanaan anggaran perlu diikuti dengan tata kelola yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap penggunaan anggaran harus memberikan manfaat optimal bagi organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap kehadiran dua pejabat fungsional baru ini memberikan nilai tambah bagi organisasi dan pengelolaan keuangan negara ke depan. "Selamat menjalankan amanah dan selamat berkarya," ujarnya menutup sambutan.