KUALA KURUN — Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing, menjadi warga pertama yang didata dalam Sensus Ekonomi 2026 di kabupaten tersebut. Proses wawancara dengan petugas BPS berlangsung di rumah dinasnya di Kuala Kurun pada Selasa (23/6).
“Sensus Ekonomi sangat penting karena bertujuan memotret kondisi riil masyarakat dan perkembangan pembangunan. Data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta evaluasi program pembangunan,” ujar Efrensia di Kuala Kurun, Kamis.
130 Petugas BPS Turun ke 12 Kecamatan
Kepala BPS Gunung Mas, Mulya Setiawan, menyebutkan sebanyak 130 petugas diterjunkan untuk mendata seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut. Sebelumnya, para petugas mengikuti pelatihan dua gelombang yang dipusatkan di Kuala Kurun.
Mereka dibekali tata cara wawancara serta penggunaan aplikasi khusus yang diinstal di ponsel pintar. Aplikasi ini dirancang untuk membuat proses pendataan di lapangan lebih efisien dan akurat.
Data Jadi Acuan Evaluasi Program Pembangunan
Menurut Efrensia, data yang dihimpun dari SE2026 akan menjadi bahan evaluasi berbagai indikator pembangunan. Mulai dari tingkat kemiskinan, pengangguran, kesejahteraan masyarakat, hingga kualitas pelayanan publik di Gunung Mas.
“Saya berharap masyarakat memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Data yang akurat akan mendukung penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran,” tambah perempuan pertama yang menjabat Wakil Bupati Gumas ini.
Perusahaan Besar hingga BUMD Wajib Berpartisipasi
Cakupan pendataan SE2026 di Gunung Mas tidak terbatas pada rumah tangga biasa. Seluruh perusahaan besar swasta, perbankan, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang beroperasi di kabupaten tersebut juga menjadi sasaran sensus.
“Kami berharap seluruh masyarakat dan perusahaan yang ada di Gumas dapat ikut berkontribusi memberikan data yang benar dan akurat, demi mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ujar Mulya.
Lamanya proses wawancara di setiap lokasi bergantung pada banyaknya informasi yang dibutuhkan petugas. Namun, warga Gunung Mas diminta cukup memberikan jawaban yang jujur sesuai kondisi masing-masing agar data yang dihasilkan berkualitas.