SAMPIT — Hujan lebat pertama dilaporkan turun di Kecamatan Cempaga sekitar pukul 01.30 WIB. Yanti, warga setempat, menyebut hujan tersebut diharapkan membasahi lahan yang terbakar dan menekan kemunculan titik api baru.
"Hujan lebat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Semoga setelah hujan ini tidak ada lagi titik api," kata Yanti.
Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, gerimis mulai turun sekitar pukul 05.02 WIB. Muhammad Hadrianur, warga setempat, berharap hujan memadamkan api dan mengakhiri kabut asap yang menyelimuti aktivitas harian.
"Semoga hujan ini bisa memadamkan api dan tidak ada lagi asap," ujarnya.
Sementara di Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, hujan lebat disertai petir terjadi Minggu sekitar pukul 22.37 WIB. Rizal, warga Pundu, berharap hujan meluas ke wilayah lain yang masih terdampak karhutla.
"Mudah-mudahan hujan mulai merata agar asap tidak ada lagi," tuturnya.
BMKG Kalimantan Tengah memperbarui peringatan dini cuaca pada Senin (26/10/2026) pukul 03.38 WIB. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi mulai pukul 03.50 WIB.
Untuk Kotim, potensi cuaca tersebut mencakup Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Parenggean, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Antang Kalang, Seranau, Cempaga Hulu, Telawang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, dan Telaga Antang. Kondisi diprakirakan berlangsung hingga pukul 06.10 WIB.
Hujan berpotensi membantu membasahi vegetasi dan mengurangi risiko kebakaran. Namun, dampaknya terhadap pemadaman karhutla bergantung pada intensitas dan durasi hujan serta kondisi lahan yang terbakar.
Hujan di sejumlah kecamatan belum memastikan seluruh titik api padam. Pemantauan dan penanganan karhutla tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.