Pencarian

BMKG Sampit: Kotim Masuki Transisi Musim Hujan, Hujan Lebat Mulai Guyur Telawang hingga Baamang

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 10:18:01 WIB
BMKG Sampit: Kotim Masuki Transisi Musim Hujan, Hujan Lebat Mulai Guyur Telawang hingga Baamang
BMKG Sampit menyebut Kotim telah memasuki masa transisi musim hujan dengan ciri hujan lebat berdurasi singkat.

SAMPIT — Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, menyebut perubahan pola cuaca itu sebagai penanda khas musim peralihan. Hujan deras yang datang singkat dan tidak merata menjadi ciri utama fase tersebut.

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, hujan lebat mengguyur sebagian Kecamatan Telawang pada pagi hari. Sore harinya, giliran sebagian wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang yang diterjang hujan serupa.

Kapan Awal Musim Hujan Tiba di Kotim?

BMKG memprakirakan awal musim hujan di Kotim tidak datang serentak. Wilayah bagian utara dan sebagian kecil wilayah tengah diperkirakan lebih dulu masuk pada Dasarian III Oktober, atau periode 21–31 Oktober 2026.

Wilayah tengah hingga selatan menyusul pada Dasarian I November, yakni 1–10 November. Sebagian kecil wilayah selatan baru memasuki awal musim hujan pada Dasarian III November atau 21–30 November.

"Musim hujan diawali dari wilayah Kotim bagian utara dan sebagian kecil wilayah Tengah pada Dasarian III Oktober, wilayah kotim bagian Tengah hingga Selatan pada dasarian I November, kemudian sebagian Kecil wilayah selatan pada dasarian III November," kata Mulyono.

Hujan Lebat Singkat dan Angin Kencang Jadi Ciri Transisi

Mulyono menjelaskan, masa peralihan cuaca di Kotim kerap ditandai hujan lebat berdurasi pendek disertai angin kencang. Pola itu berbeda dari hujan musim penghujan penuh yang biasanya turun lebih merata dan lama.

"Wilayah Kotim sudah memasuki masa transisi atau musim peralihan cuaca. Perubahan pola cuaca yang kerap ditandai dengan hujan lebat berdurasi singkat disertai angin kencang," jelasnya, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Prakiraan ini menjadi sinyal positif di tengah upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di Kotim. Karhutla dan kabut asap telah melanda wilayah itu selama beberapa bulan terakhir.

Dampak Karhutla yang Diharapkan Berakhir

Bencana asap dan kekeringan berkepanjangan itu berdampak ke banyak sektor di Kotim. Mulai dari lingkungan, kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga ekonomi warga.

Masuknya musim hujan secara bertahap diharapkan mempercepat berakhirnya karhutla, kabut asap, dan kekeringan. Namun BMKG belum menyebut tanggal pasti kapan fase transisi ini benar-benar berakhir di seluruh wilayah Kotim.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tintaborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks