Pencarian

Dinas Pendidikan Kalteng Latih 746 Guru dan Pengawas di Bimtek Kelas Digital Huma Betang 2026

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 10:18:31 WIB
Dinas Pendidikan Kalteng Latih 746 Guru dan Pengawas di Bimtek Kelas Digital Huma Betang 2026
Peserta mengikuti Bimtek Kelas Digital Huma Betang 2026 di Palangka Raya, Senin (28/9/2026).

PALANGKA RAYA — Rangkaian kegiatan Bimtek Kelas Digital Huma Betang 2026 sebenarnya sudah dimulai sejak Senin malam, 28 September 2026, sebelum pembukaan resmi sehari berikutnya. Peserta yang hadir langsung mencakup 114 guru penerima akun premium Assemblr Edu, 38 pengawas sekolah, dan 8 admin Dinas Pendidikan. Sisanya mengikuti jalur virtual.

Materi pelatihan dibagi ke dalam dua fokus. Guru penerima akun mendalami pemanfaatan akun Assemblr untuk kelengkapan media ajar di platform Kelas Digital Huma Betang (KDHB). Pengawas dan admin mendapat porsi berbeda, yakni pemanfaatan sekaligus pengelolaan platform KDHB.

Doys Mihing: Bimtek Akselerasi Transformasi Digital Pendidikan Kalteng

Ketua Panitia Doys Mihing menyebut Bimtek sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi transformasi digital pendidikan di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kegiatan ini menyasar penguatan kapasitas teknis para pengguna Kelas Digital Huma Betang.

"Bimtek ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas teknis para pengguna Kelas Digital Huma Betang, memperluas pemanfaatan fitur-fitur interaktif 3D/AR, sekaligus menyelaraskan pengelolaan administrasi kelas digital agar pembelajaran semakin terpadu," ujar Doys Mihing.

Pesan Kadisdik: Jangan Bangun Platform Sekadar Ikut Tren Teknologi

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dibacakan Kepala BTIKP Apni Ranti. Kadisdik menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah lanskap pembelajaran. Proses belajar tidak lagi terbatas di ruang kelas, melainkan bisa berlangsung kapan saja dan di mana saja melalui berbagai sumber digital.

"Kita tidak ingin membangun sebuah platform digital hanya karena mengikuti perkembangan teknologi. Kita ingin membangun ekosistem pembelajaran digital yang benar-benar dimanfaatkan oleh guru, murid, pengawas, dan seluruh unsur pendidikan di Kalimantan Tengah," pesan Kadisdik.

Ia juga mengingatkan bahwa LMS Kelas Digital Huma Betang tidak boleh dipandang sekadar aplikasi atau tempat menyimpan materi. Platform itu harus menjadi ruang belajar digital yang hidup dan aktif.

"Kelas Digital Huma Betang jangan hanya menjadi tempat menyimpan materi. Kita ingin platform ini menjadi ruang belajar digital yang hidup, aktif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi guru maupun murid," tegasnya.

Ukuran Keberhasilan Bukan Jumlah Akun Terdaftar

Keberhasilan Kelas Digital Huma Betang, menurut Kadisdik, tidak diukur dari banyaknya akun atau pengguna terdaftar. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana LMS benar-benar dimanfaatkan dan berdampak pada kualitas pembelajaran.

Karena itu, para admin LMS di setiap bidang diharapkan menjadi penggerak utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan platform. Pengawas mengambil peran mendorong, mendampingi, dan memastikan pembelajaran digital berjalan berkelanjutan di lapangan.

"Yang paling penting bukan berapa banyak akun yang kita miliki, tetapi seberapa nyata platform ini digunakan dalam proses pembelajaran. Karena itu, mari kita bangun budaya pembelajaran digital secara bersama-sama dan berkelanjutan," pesan Kadisdik.

Tiga Penekanan Utama Bimtek Kelas Digital Huma Betang

Dalam kesempatan itu, Kadisdik menyampaikan tiga poin penting sebagai penekanan pelaksanaan Bimtek:

  • Memanfaatkan LMS Kelas Digital Huma Betang secara nyata dalam proses pembelajaran.
  • Membangun budaya pembelajaran digital di satuan pendidikan.
  • Melakukannya secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Setelah kegiatan, Dinas Pendidikan Kalteng berharap lahir lebih banyak praktik baik dalam pemanfaatan LMS Kelas Digital Huma Betang. Praktik tersebut diharapkan bisa dikembangkan dan direplikasi di satuan pendidikan di seluruh Kalimantan Tengah.

"Transformasi digital pendidikan bukan sekadar tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Kita ingin guru, murid, pengawas, dan seluruh unsur pendidikan bergerak bersama," pungkas Kadisdik.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haikalteng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks