Pencarian

Denda Rp180 Juta dan Dua Laga Tanpa Jakarta, Persija Siapkan Banding

Jumat, 18 September 2026 • 18:07:31 WIB
Denda Rp180 Juta dan Dua Laga Tanpa Jakarta, Persija Siapkan Banding

KALIMANTAN TENGAH — Komite Disiplin PSSI menjatuhkan denda total Rp180 juta kepada Persija Jakarta buntut sejumlah pelanggaran saat menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sanksi itu juga mencakup larangan menggelar dua laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, yang langsung disikapi Persija dengan rencana banding resmi.

Keputusan Komdis PSSI tertuang dalam Surat Keputusan yang diterbitkan Kamis (17/9), dua hari setelah laga pekan kedua Super League 2026/2027 antara Persija dan Persib berakhir dengan skor 2-1 untuk tuan rumah. Hukuman ini menjadi salah satu yang terberat yang diterima Macan Kemayoran dalam beberapa musim terakhir.

Ketua panitia pelaksana Persija, Albinus Laurent, merinci komposisi denda yang dijatuhkan. Menurutnya, tidak ada satu pun pelanggaran yang berdiri sendiri — semuanya terakumulasi menjadi angka Rp180 juta.

Pelemparan Botol hingga Flare di GBK

Denda terbesar berasal dari aksi pembakaran flare di tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang membuat Persija harus membayar Rp60 juta. Insiden ini tercatat sebagai pelanggaran paling berat dalam laporan pengawas pertandingan.

Selain itu, pelemparan botol air minum ke arah tim Persib Bandung berbuntut denda Rp30 juta. Sementara masuknya orang-orang tanpa akreditasi ke lapangan usai pertandingan berakhir menambah beban Rp50 juta.

"Denda Rp30 juta karena ada pelemparan botol air minum ke arah tim Persib. Kemudian lanjut lagi, Rp60 juta itu untuk bakar flare," kata Laurent kepada CNN Indonesia, Jumat (18/9).

"Kemudian, Rp50 juta itu karena ada orang-orang yang tidak terakreditasi dengan ID card masuk ke lapangan saat pertandingan berakhir. Itu ditotal saja sudah Rp140 juta," ujarnya menambahkan.

Sanksi Usiran dan Denda Tambahan Rp40 Juta

Bagian terakhir dari hukuman adalah larangan menggelar laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sanksi ini disertai denda tambahan Rp40 juta sehingga totalnya mencapai Rp180 juta.

Larangan tersebut berlaku mulai laga melawan Java United. Alhasil, pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 yang sedianya digelar di Jakarta harus dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (19/9) malam.

Bagi Persija, bermain di Gianyar berarti kehilangan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri. Perjalanan ke Bali juga menambah beban logistik dan pemulihan pemain di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Banding Difokuskan pada Sanksi Usiran

Laurent memastikan Persija tidak tinggal diam. Manajemen klub sedang mengumpulkan berkas memori banding, dengan fokus utama membatalkan sanksi dua laga kandang di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Pihak kami memang akan mengajukan banding resmi untuk membatalkan sanksi pertandingan usiran dan denda tambahan tersebut," kata Laurent menegaskan.

Panpel Persija berharap proses banding membuahkan hasil positif sebelum laga kandang kontra Arema FC. Jika banding diterima, Persija bisa kembali bermain di Jakarta lebih cepat dan terhindar dari denda tambahan yang menyertainya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Komdis PSSI soal peluang banding tersebut. Sejumlah pengamat menilai sanksi usiran berpotensi dikurangi jika Persija mampu membuktikan sistem pengamanan dan akreditasi panpel sudah diperbaiki.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks