Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Siti Saniah Wiyatno, meninjau langsung kesiapan rumah oksigen di Sanggar Pramuka Jalan Keruing, Kuala Kapuas, Senin. Fasilitas darurat ini disiapkan sebagai posko kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
KUALA KAPUAS — Rumah oksigen yang beroperasi di Sanggar Pramuka Jalan Keruing, Kuala Kapuas, kini menjadi salah satu garda terdepan pelayanan kesehatan darurat bagi warga yang terdampak kabut asap. Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Siti Saniah Wiyatno, menegaskan dukungannya terhadap keberadaan fasilitas tersebut saat meninjau lokasi, Senin.
“Keberadaan rumah oksigen diharapkan dapat memberikan pertolongan awal dan membantu masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan akibat kabut asap,” kata Siti Saniah di Kuala Kapuas.
Layanan Gratis untuk Warga dengan Gangguan Pernapasan
Fasilitas ini tidak hanya menyediakan tabung oksigen. Warga yang datang dapat memperoleh layanan oksigen secara gratis, pertolongan pertama, hingga ruang istirahat yang nyaman untuk memulihkan kondisi.
Tenaga medis dan relawan juga disiagakan di lokasi untuk memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapatkan penanganan cepat. Hal ini penting mengingat kualitas udara yang memburuk akibat karhutla dapat memicu sesak napas dan iritasi saluran pernapasan.
Kolaborasi Pemkab, Pramuka, dan Relawan Kemanusiaan
Dalam kunjungan tersebut, Siti Saniah didampingi Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK, Silvya Veronita. Keduanya mengecek langsung ruang pelayanan, tempat istirahat, serta sarana pendukung lainnya di rumah oksigen tersebut.
Rumah oksigen ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara Pemkab Kapuas, Gerakan Pramuka, dan para relawan kemanusiaan. Istri Bupati Kapuas ini menilai sinergi antarinstansi menjadi kunci agar pelayanan kepada warga terdampak kabut asap berjalan optimal selama masa tanggap darurat karhutla tahun 2026.
Akses Mudah bagi Warga yang Membutuhkan Pertolongan
Lokasi rumah oksigen yang berada di Sanggar Pramuka dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Siti Saniah berharap fasilitas ini benar-benar menjadi tempat rujukan pertama bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan.
“Dengan semangat bersama kita peduli, bersatu kita bisa selamatkan sesama, rumah oksigen di Sanggar Pramuka Kapuas diharapkan dapat menjadi tempat yang mudah diakses masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya selama kondisi kabut asap akibat karhutla,” demikian Saniah.