Manajemen Isenmulang Kalteng FC tengah membenahi Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya agar memenuhi regulasi kompetisi sepak bola profesional, termasuk standar AFC dan FIFA. Pembenahan itu mencakup peningkatan sistem pencahayaan stadion menjadi 1.800 lux untuk menyambut laga kandang melawan klub-klub besar seperti Persija Jakarta dan Persib Bandung.
PALANGKA RAYA — Isenmulang Kalteng FC tidak hanya berhenti pada perekrutan pemain. Klub kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah itu kini memfokuskan diri pada renovasi Stadion Tuah Pahoe agar layak menjadi kandang di kompetisi profesional.
Presiden Klub Isenmulang Kalteng FC, Eko Setyawan, menyebut pembenahan stadion menjadi prioritas utama untuk memastikan tim memiliki markas yang memenuhi syarat. "Ketika kami bekerja sama, kami mengetahui Stadion Tuah Pahoe ini masih jauh dari standar yang dipersyaratkan AFC maupun FIFA untuk mengikuti liga profesional di Indonesia," ujarnya dalam Sarasehan Isenmulang Kalteng FC di 808 Koffie, Palangka Raya, Kamis (27/8) malam.
Lampu Stadion Ditingkatkan ke Standar FIFA
Salah satu pekerjaan yang tengah berjalan adalah peningkatan sistem pencahayaan. Manajemen menaikkan intensitas lampu stadion menjadi 1.800 lux dengan lampu berwarna putih, yang disesuaikan dengan standar pertandingan profesional.
"Lampu stadion kami tingkatkan karena itu menjadi salah satu syarat penting dalam regulasi FIFA. Perbaikan ini dilakukan agar Stadion Tuah Pahoe bisa menjadi kandang yang memenuhi standar kompetisi profesional," jelas Eko.
Manajemen klub mendapat kewenangan untuk mengembangkan dan menambah fasilitas stadion sesuai regulasi, mulai dari perbaikan lapangan hingga fasilitas pendukung lainnya.
Stadion Baru Berstandar Internasional Jadi Peluang
Jika animo masyarakat terus meningkat dan kapasitas Stadion Tuah Pahoe tidak lagi mencukupi, manajemen membuka peluang pembangunan stadion baru berstandar internasional. Langkah ini dapat ditempuh melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
"Melalui Inpres Nomor 3 Tahun 2019 itu ada peluang bagi daerah yang memiliki tim profesional namun belum mempunyai stadion standar untuk mengajukan pembangunan stadion baru. Dengan dukungan Pak Gubernur, kami akan mengusulkan stadion berstandar internasional untuk Kalimantan Tengah apabila kebutuhan dan dukungan masyarakat terus meningkat," kata Eko.
Antusiasme Suporter dan Harapan untuk Sepak Bola Kalteng
Sarasehan yang digelar bersama pengurus suporter, masyarakat, organisasi kepemudaan, dan sekolah sepak bola (SSB) ini mendapat respons tinggi. Mereka berharap Isenmulang Kalteng FC mampu menjadi kebanggaan masyarakat dan mengangkat kemajuan sepak bola di provinsi terluas di Indonesia itu, sekaligus melahirkan bibit-bibit pemain lokal.
Eko berharap dukungan masyarakat terhadap Isenmulang Kalteng FC terus tumbuh. "Kalau nanti kapasitas Stadion Tuah Pahoe sudah tidak mampu menampung animo masyarakat, tentu pembangunan stadion internasional bisa menjadi langkah selanjutnya," demikian Eko.