PALANGKA RAYA — Sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur telah disiagakan di Kalimantan Tengah untuk menghadapi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan. Ribuan personel ini merupakan bagian dari penguatan Satgas Darat dan Satgas Udara yang diinstruksikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla Tahun 2026.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengikuti rapat tersebut secara daring dari Lobi Kantor Polda Kalteng pada Senin (10/8/2026). Rakor digelar untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan di tengah ancaman El Nino yang membuat kondisi cuaca lebih kering dari biasanya.
El Nino Diprediksi Berlangsung Hingga Awal 2027
Dalam arahannya, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan bahwa fenomena El Nino berpotensi menyebabkan kondisi cuaca lebih kering hingga awal 2027. Kondisi ini meningkatkan risiko meluasnya titik api jika tidak diantisipasi sejak dini.
Oleh karena itu, penguatan Satgas Darat dan Satgas Udara menjadi prioritas. Selain itu, peningkatan patroli, kesiapan personel dan sarana prasarana, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disebut sebagai bagian penting dalam strategi penanganan karhutla tahun ini.
Pencegahan Jadi Kunci Utama di Lapangan
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama dalam menghadapi karhutla. Ia meminta seluruh elemen, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat, untuk bergerak cepat ketika potensi kebakaran muncul.
“Kita terus memperkuat kolaborasi dan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan. Pencegahan harus menjadi langkah utama, dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang terus diperkuat di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan gerak cepat dan keterlibatan seluruh unsur agar dampaknya tidak meluas ke pemukiman warga maupun lahan produktif.
Respons Cepat Kunci Cegah Api Meluas
“Sinergi dan respons cepat menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak Karhutla. Karena itu, seluruh pihak harus terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil langkah cepat ketika terjadi potensi kebakaran,” pungkas Agustiar.
Pemprov Kalteng memastikan koordinasi di lapangan terus diperkuat. Ribuan personel yang telah dikerahkan diharapkan mampu menangani setiap potensi kebakaran secara cepat dan mencegah api meluas ke area yang lebih besar.