PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengingatkan para bupati dan wali kota untuk tidak menunggu api membesar sebelum bertindak. Ia meminta setiap kepala daerah mengoptimalkan dukungan anggaran, sumber daya, dan personel di lapangan sejak dini.
"Saya mengingatkan wali kota dan seluruh bupati agar tidak terlambat dalam bertindak. Segera tetapkan Status Siaga Darurat sesuai kebutuhan, optimalkan dukungan anggaran, sumber daya, dan personel di lapangan," katanya di Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
Agustiar menegaskan, kepala daerah tidak perlu ragu mengambil langkah penanganan selama kebijakan yang diambil tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
"Selama berpegang pada prinsip taat hukum, jangan ragu mengambil langkah terbaik demi melindungi masyarakat dari ancaman Karhutla," tegasnya.
Pemprov Kalteng Siagakan 10.700 Personel Gabungan
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyiagakan ribuan personel di berbagai lini. Data dari Dinas Kehutanan dan BPBD mencatat total kekuatan gabungan mencapai 10.700 orang.
- 3.000 relawan binaan Dinas Kehutanan dan BPBD.
- 2.200 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).
- Personel gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni.
Dua Usulan Prioritas ke BNPB: OMC dan Water Bombing
Dalam rapat koordinasi tersebut, Agustiar menyampaikan sejumlah permintaan dukungan langsung kepada BNPB. Fokus utama adalah penguatan operasi udara untuk menjangkau titik api di wilayah yang sulit diakses jalur darat.
Pemprov Kalteng meminta BNPB melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta menambah helikopter water bombing di wilayah barat Kalimantan Tengah. Selain itu, bantuan mesin pompa jinjing, sumur bor, dan selang juga diusulkan untuk memperkuat pemadaman di tingkat desa.
Dana Siap Pakai BNPB untuk Meringankan APBD Daerah
Pemprov Kalteng turut mengusulkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB. Anggaran ini dinilai krusial untuk mendukung operasi pemadaman darat dan meringankan beban APBD kabupaten/kota yang kerap terkuras saat musim kebakaran.
"Saya meyakini, dengan sinergi dan komitmen yang kuat, kita mampu menghadirkan penanganan Karhutla yang tepat dan terpadu," pungkas Agustiar.
Rapat koordinasi ini digelar di tengah prediksi puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun 2026. Sejumlah kabupaten di Kalteng, seperti Pulang Pisau, Kapuas, dan Katingan, tercatat sebagai wilayah rawan karhutla karena memiliki lahan gambut yang luas.