SAMPIT — Ribuan masker dibagikan di lima titik strategis Kota Sampit, mulai dari simpang Jalan Pelita-H.M. Arsyad hingga kawasan Taman Kota. Petugas Dinkes Kotim bersama personel kepolisian menyasar warga yang beraktivitas sejak pagi, termasuk pengendara dan pejalan kaki.
“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka antisipasi kabut asap yang mulai muncul di Kotim. Dinas Kesehatan menginisiasi pembagian masker, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa,” ujar petugas Dinkes Kotim, Haris Giri S, Selasa (28/7/2026).
Stok Masker: 15 Ribu Lembar untuk Dewasa dan Anak
Dinkes menyiapkan 240 kotak masker dewasa atau setara 12 ribu lembar, dan 100 kotak masker anak berisi 3 ribu lembar. Total 15 ribu masker ditargetkan habis dalam dua hari kegiatan.
Haris menekankan masker bukan sekadar dibagikan, tetapi harus dipakai. “Kami berharap kesehatan masyarakat tetap terjaga dengan adanya pembagian masker ini. Harapan kami, masker tersebut dipakai, bukan hanya disimpan,” katanya.
Edukasi Langsung: ISPA Mengintai Jika Abai Pakai Masker
Petugas tidak hanya membagikan masker, tetapi juga mengingatkan warga bahwa partikel asap bisa memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penggunaan masker disebut sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi paparan.
Dinkes Kotim juga mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan jika kabut asap semakin pekat. Imbauan ini terutama ditujukan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki penyakit pernapasan.
“Kalau bisa aktivitas di luar ruangan dikurangi. Kalau memang tidak terlalu penting, lebih baik tetap di dalam rumah untuk mengurangi dampak paparan kabut asap,” imbaunya.
Sekolah Juga Disasar: SDN 6 Mentawa Baru Hulu Terima Masker
Upaya perlindungan tidak berhenti di jalan raya. Dinkes Kotim menyalurkan masker ke SDN 6 Mentawa Baru Hulu yang berada tidak jauh dari salah satu lokasi pembagian. Masker diberikan kepada guru, tenaga kependidikan, dan para siswa.
Langkah ini diambil agar proses belajar mengajar tetap berlangsung aman meski kualitas udara mulai menurun. Dinkes berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap semakin meningkat melalui kegiatan ini.