SAMPIT — Layanan potong rambut di dalam Lapas Kelas IIB Sampit menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian. Kegiatan ini berlangsung di bawah pengawasan Kepala Regu Pengamanan (Karupam), Andie Ramadhahi, untuk memastikan pelayanan berjalan aman dan tertib.
Para warga binaan tidak hanya diajari teknik mencukur. Mereka juga mendapat pengalaman langsung melayani pelanggan. Hasil cukuran yang rapi membuat barbershop ini dikenal di kalangan internal lapas.
Bekal Keterampilan untuk Hidup Mandiri
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan program ini dirancang agar WBP memiliki keterampilan bernilai ekonomis setelah bebas. “Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pembinaan kemandirian menjadi fokus utama pihaknya. Tujuannya, agar para warga binaan punya peluang lebih besar untuk hidup produktif dan tidak kembali berurusan dengan hukum.
Lebih dari Sekadar Potong Rambut
Selain keterampilan teknis, kegiatan ini membentuk kedisiplinan dan etos kerja. Rasa percaya diri para peserta pembinaan juga meningkat seiring mereka mampu memberikan pelayanan yang memuaskan.
Muhammad Yani menambahkan, Lapas Sampit akan terus mengembangkan program serupa. Proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa pidana, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.