MUARA TEWEH — Kehilangan dokumen kependudukan akibat musibah kebakaran menjadi masalah tersendiri bagi warga. Namun, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Utara merespons dengan program jemput bola yang langsung mendatangi desa-desa terdampak.
Anggota DPRD setempat, Edi Fran Aji, menyambut positif langkah tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu warga yang kesulitan mengurus dokumen pengganti, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
Pelayanan Langsung ke Desa dan Korban Kebakaran
Disdukcapil menggelar pelayanan administrasi di Desa Sei Liju dan secara khusus menyerahkan dokumen pengganti kepada warga korban kebakaran di Desa Benangin I, Kecamatan Teweh Timur, pada Kamis (11/6).
“Kami mengapresiasi jajaran Disdukcapil Barito Utara yang telah turun langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Program jemput bola seperti ini sangat membantu warga, khususnya mereka yang berada di wilayah desa dan masyarakat yang terdampak musibah kebakaran,” ujar Edi Fran Aji di Muara Teweh, Sabtu.
Mengapa Dokumen Kependudukan Penting bagi Warga Terdampak?
Menurut Edi, administrasi kependudukan merupakan kebutuhan dasar yang memengaruhi akses warga terhadap layanan publik. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial, semuanya membutuhkan dokumen kependudukan yang sah.
“Dokumen kependudukan merupakan identitas resmi yang sangat penting. Ketika ada warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran, tentu harus segera dibantu. Saya melihat langkah Disdukcapil ini sangat positif karena memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan percepatan penerbitan dokumen pengganti, warga korban kebakaran tidak akan kesulitan mengakses berbagai layanan yang mereka butuhkan pascabencana.
Dorongan Perluasan Akses ke Pelosok Desa
Edi Fran Aji mendorong agar layanan jemput bola tidak berhenti di desa yang sudah terjangkau. Ia meminta Disdukcapil memperluas jangkauan ke wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pelayanan.
“Kami berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat melalui pelayanan langsung akan semakin mendekatkan pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” kata Edi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melengkapi dan menjaga dokumen kependudukan agar tidak mengalami kendala saat mengurus keperluan administrasi di kemudian hari.
Komitmen Pemkab dalam Pelayanan Publik yang Responsif
Edi menilai langkah Disdukcapil merupakan contoh nyata pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program ini membuktikan bahwa pemerintah daerah hadir langsung di tengah warga, bahkan di pelosok desa.
“Pelayanan publik harus terus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Apa yang dilakukan Disdukcapil saat ini merupakan contoh nyata pelayanan yang hadir langsung dan memberikan manfaat bagi warga,” pungkasnya.
Dukungan ini sekaligus menjadi pengingat bagi jajaran pemerintahan Kabupaten Barito Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang cepat, mudah, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa.