MUARA TEWEH — Bimtek ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara. Peserta terdiri dari pemilik dan penanggung jawab usaha pangan, termasuk mereka yang tengah mengurus atau memperpanjang Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).
Legalitas Produk: Bukan Sekadar Formalitas
Taufik menegaskan, SPP-IRT bukan sekadar formalitas administrasi. Sertifikat ini menjadi syarat utama agar produk pangan rumahan bisa dipasarkan secara lebih luas, baik di pasar lokal maupun ritel modern.
“Legalitas produk menjadi syarat penting agar usaha dapat berkembang lebih luas. Dengan pembinaan seperti ini, kami berharap semakin banyak pelaku IRTP mampu memenuhi persyaratan administrasi dan standar keamanan pangan,” ujar Taufik di Muara Teweh, Kamis.
Sanitasi dan CPPOB: Kunci Kualitas Produk
Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali pemahaman tentang sanitasi, higiene, serta penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Taufik menilai aspek ini krusial untuk menjaga kualitas produk sekaligus melindungi konsumen dari risiko pangan yang tidak aman.
“Keamanan pangan bukan hanya soal kualitas produk, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. Ketika pelaku usaha memahami cara produksi yang benar, konsumen akan merasa lebih aman dan percaya terhadap produk lokal yang dihasilkan,” kata politisi tersebut.
Usaha Pangan Rumahan: Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Menurut Taufik, sektor IRTP memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi mikro dan kecil di Barito Utara. Ia menyebut perkembangan usaha pangan rumah tangga di wilayahnya cukup menggembirakan, namun tetap membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
“Perkembangan usaha pangan rumah tangga di Barito Utara cukup menggembirakan. Pemerintah perlu terus memberikan pendampingan agar produk yang dihasilkan tidak hanya diminati masyarakat, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Harapan ke Depan: Produk Lokal Berdaya Saing
Taufik berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu dari bimtek ini dan menerapkannya dalam proses produksi sehari-hari. Dengan begitu, produk pangan lokal Barito Utara bisa semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasar yang makin kompetitif.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam usaha masing-masing. Dengan demikian, produk pangan lokal Barito Utara akan semakin berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkas Taufik.