KALIMANTAN TENGAH — Pertandingan final di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) malam WIB, berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan namun penyelesaian akhir yang buruk membuat skor 0-0 bertahan hingga babak perpanjangan waktu usai.
Drama dari Titik Putih
Dalam babak adu penalti, kiper PSG Gianluigi Donnarumma tampil sebagai pahlawan. Dua eksekusi penendang Arsenal berhasil ditebaknya, sementara empat algojo PSG sukses menjalankan tugas. Kylian Mbappe menjadi eksekutor kelima yang memastikan kemenangan.
"Kami sudah bekerja keras sepanjang musim untuk momen ini. Ini luar biasa," ujar pelatih PSG Luis Enrique dalam konferensi pers usai laga.
Perjalanan Panjang PSG ke Puncak Eropa
Kesuksesan ini mengakhiri puasa gelar Liga Champions PSG yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Sejak diakuisisi konsorsium Qatar pada 2011, proyek ambisius klub Paris itu kerap kandas di babak-babak krusial.
Musim ini, mereka melewati jalan terjal. Di babak 16 besar, PSG menyingkirkan Bayern Munich lewat agregat 4-3. Lalu di semifinal, mereka mengalahkan Manchester City dengan skor total 3-2.
Arsenal Gagal di Partai Puncak Lagi
Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi pahit. The Gunners tampil solid sepanjang turnamen, termasuk mengalahkan Real Madrid di perempat final. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang di final menjadi catatan besar.
Pelatih Mikel Arteta mengakui timnya kurang beruntung. "Kami sudah memberikan segalanya. Sayangnya sepak bola kadang kejam," katanya.
Statistik Final: Ketat dan Imbang
- Penguasaan bola: PSG 52% - Arsenal 48%
- Tembakan tepat sasaran: PSG 4 - Arsenal 5
- Kartu kuning: PSG 2 - Arsenal 3
- Pelanggaran: PSG 14 - Arsenal 11
Data tersebut menunjukkan betapa berimbangnya laga final ini. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati, tak ingin melakukan kesalahan fatal.
Gelar Bersejarah untuk Sepak Bola Prancis
Ini menjadi kali ketiga klub Prancis menjuarai Liga Champions setelah Marseille pada 1993. Prestasi ini sekaligus menegaskan dominasi PSG di level domestik mulai berbuah di pentas Eropa.
Para pemain PSG langsung merayakan gelar di tengah lapangan, disaksikan puluhan ribu suporter yang memadati Puskas Arena. Sementara itu, musim depan mereka akan tampil di Piala Super Eropa melawan juara Liga Europa.