Penandatanganan berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Gubernur Agustiar Sabran menyebut kesepakatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pijakan strategis untuk memperkuat stabilitas keamanan dan pembangunan sumber daya manusia di wilayahnya.
“Penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung pembangunan daerah Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar dalam sambutannya.
Peluang Karier Militer untuk Generasi Muda Kalteng
Salah satu poin paling krusial dari pembangunan Rindam ini adalah dampaknya terhadap regenerasi prajurit TNI. Gubernur menekankan bahwa keberadaan Rindam Tambun Bungai akan memangkas jarak geografis yang selama ini menjadi kendala bagi pemuda Kalteng untuk mengikuti seleksi dan pendidikan militer.
“Kehadiran Rindam Tambun Bungai membuka peluang lebih besar bagi putra-putri Kalimantan Tengah untuk mengabdikan diri sebagai prajurit TNI,” imbuh Gubernur.
Sinergi Multi-Pihak: Pemprov dan 14 Kabupaten/Kota Ikut Serta
Nota kesepakatan ini tidak hanya melibatkan pemerintah provinsi. Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mengonfirmasi bahwa seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Kalteng turut berpartisipasi dalam skema hibah pembangunan tersebut.
“Dalam kegiatan hari ini akan dilakukan penandatanganan nota kesepakatan hibah pembangunan Resimen Induk Komando Militer antara Kodam XXII/Tambun Bungai dengan Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah,” jelas Linae.
Target: Membentuk SDM Berjiwa Nasionalisme dan Disiplin Tinggi
Linae menambahkan, pembangunan Rindam bertujuan menciptakan pusat pembinaan yang tidak hanya melatih kemampuan tempur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan. “Pembangunan Resimen Induk Kodam ini diharapkan menjadi sarana pendidikan dan pembinaan prajurit TNI AD di Kalimantan Tengah, sekaligus meningkatkan kualitas SDM yang berjiwa nasionalisme, disiplin, dan semangat bela negara,” tandasnya.
Apresiasi Pangdam: “Bersatu Kita Teguh”
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa pembangunan pertahanan wilayah memerlukan gotong royong semua elemen.
“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi memerlukan kebersamaan dan dukungan semua pihak,” pungkas Zainul.
Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para wali kota dan bupati se-Kalimantan Tengah, serta kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalteng. Pembangunan Rindam direncanakan berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan.