PALANGKARAYA — Penyelidikan dugaan keterlibatan aparat dalam peredaran narkotika di NTB kini memasuki babak baru. Penyidik Polda NTB tidak hanya fokus pada pengungkapan jaringan pengedar, tetapi juga menelusuri aliran uang yang diduga digunakan untuk 'mengamankan' operasi ilegal tersebut.
Berapa Jumlah Uang yang Diduga Disetor ke Eks Kapolres?
Dari pengembangan kasus, penyidik menemukan indikasi setoran rutin yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Uang tersebut diduga merupakan bagian dari keuntungan penjualan sabu seberat 17 kilogram yang dijadikan barang bukti.
Meski belum dirinci secara detail, sumber di internal Polda NTB menyebut nominalnya mencapai Rp 2,5 miliar. "Ada dugaan kuat aliran dana itu diterima oleh oknum berinisial R saat masih menjabat sebagai Kapolres di salah satu wilayah," ujar seorang penyidik yang enggan disebut namanya.
Mengapa Kasus Ini Bisa Terbongkar?
Pengungkapan ini berawal dari pemeriksaan terhadap dua tersangka kurir sabu yang ditangkap di pelabuhan. Dalam interogasi, mereka mengaku menyetor sejumlah uang kepada oknum polisi setiap kali pengiriman berhasil dilakukan.
Barang bukti berupa buku catatan keuangan dan bukti transfer pun disita. Dari situlah penyidik mulai merunut aliran dana yang ternyata tidak hanya berputar di NTB, tetapi juga diduga mengalir ke beberapa daerah lain, termasuk Kalimantan Tengah.
Apa Langkah Polda NTB Selanjutnya?
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Kasmadi mengatakan, pihaknya kini tengah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk staf administrasi di kantor eks Kapolres tersebut. "Kami tidak akan mentolerir jika terbukti ada anggota yang terlibat. Proses hukum berjalan transparan," tegasnya.
Penyidik juga berkoordinasi dengan Divisi Propam Polri untuk melakukan pemeriksaan etik terhadap oknum yang disebut dalam keterangan tersangka. Jika terbukti, oknum tersebut terancam pidana tambahan karena melindungi peredaran narkotika.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa jaringan narkoba kerap memanfaatkan celah di internal aparat untuk melancarkan aksinya. Publik pun menanti hasil akhir penyelidikan yang dijanjikan rampung dalam waktu dekat.