KUALA KAPUAS — Sebanyak 79 siswa-siswi SMK Maharati yang berlokasi di area operasional ring satu PT Pamapersada Nusantara (PAMA), Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, resmi dinyatakan lulus. Angka kelulusan angkatan ketiga pada tahun 2026 ini menunjukkan tren positif dengan peningkatan signifikan dibanding angkatan pertama.
Peningkatan jumlah wisudawan sebesar 54 persen ini menjadi indikator tumbuhnya kepercayaan masyarakat di wilayah pedalaman Kapuas terhadap kualitas pendidikan kejuruan. Sekolah yang dikelola melalui Yayasan Bina Harati PAMA ini fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di industri modern.
Fokus Serapan Kerja Melalui Skema BMW
Manajemen PAMA bersama SMK Maharati menerapkan konsep "BMW" untuk memastikan masa depan para lulusan. Skema ini terdiri dari tiga jalur utama, yakni Bekerja, Melanjutkan pendidikan, dan Wirausaha. Melalui skema ini, lulusan dipetakan sejak awal agar memiliki kemandirian ekonomi dan daya saing tinggi.
Jalur 'Bekerja' difokuskan pada penyaluran tenaga kerja terampil ke berbagai industri, termasuk di dalam ekosistem perusahaan PAMA Group. Sementara itu, bagi siswa yang ingin 'Melanjutkan', perusahaan memberikan jalur dukungan ke jenjang perguruan tinggi. Bagi yang memilih 'Wirausaha', siswa dibekali kemampuan untuk membuka lapangan kerja baru di daerah asal mereka.
Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara (PAMA), Hendra Hutahean, menyatakan bahwa seremoni kelulusan ini merupakan langkah awal kolaborasi jangka panjang. Menurutnya, pendidikan di wilayah terpencil memerlukan sinergi kuat antara dunia usaha dan pemerintah.
“Apa yang kita rayakan hari ini adalah awal, bukan akhir. Ke depan, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat harus terus kita perkuat. Karena pendidikan bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama,” kata Hendra saat membuka acara pada Sabtu (9/5/2026).
Penyiapan Tenaga Terampil untuk Industri Modern
Para lulusan angkatan ketiga ini berasal dari dua program keahlian unggulan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini. Sebanyak 51 siswa merupakan lulusan Jurusan Teknik Alat Berat (TAB), sementara 28 siswa lainnya berasal dari Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Selama masa pendidikan, para siswa telah melalui proses pemetaan karier dan pembekalan karakter. Hal ini bertujuan agar tingkat penyerapan lulusan mencapai angka maksimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di pelosok Kalimantan Tengah.
Pengembangan Fasilitas Melalui Program Elektrifikasi
Selain prosesi wisuda, agenda tersebut juga ditandai dengan peletakan batu pertama untuk program elektrifikasi SMK Maharati di Desa Buhut Jaya. Inisiatif ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur sekolah guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih kondusif dan efisien.
Direktur PAMA sekaligus Presiden Direktur Energia Prima Nusantara (EPN), Chynthia Theresa AM, menjelaskan bahwa program elektrifikasi ini merupakan langkah berkelanjutan perusahaan. Selain meningkatkan kualitas fasilitas fisik, program ini selaras dengan upaya efisiensi energi di lingkungan perusahaan.
“Program ini secara bersamaan mendukung proses belajar mengajar yang lebih kondusif namun juga mengupayakan efisiensi fuel consumption di PAMA Group,” ujar Chynthia.