PANGKALAN BUN — Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Nurhidayah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan mandat negara yang sangat diperlukan untuk memotret seluruh aktivitas perekonomian di Indonesia, termasuk di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan saat memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di halaman Badan Pusat Statistik (BPS) Kobar, Selasa.
Menurut Nurhidayah, ekonomi dunia tengah mengalami transformasi sangat cepat yang memunculkan jenis-jenis usaha baru. Kondisi ini menuntut ketersediaan peta ekonomi yang akurat dan mutakhir agar potensi daerah tidak dikelola secara setengah hati.
Potensi Ekonomi Kobar Butuh Data Akurat
"Kobar memiliki potensi ekonomi yang luar biasa kaya dengan sumber daya alam, usaha besar, UMKM yang kian menggeliat, hingga sektor jasa yang terus berkembang. Namun, potensi besar ini tidak akan dapat dikelola secara optimal tanpa data yang akurat dan terpercaya," ujar Nurhidayah.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kobar itu menambahkan, data yang dikumpulkan dari masyarakat nantinya akan menjadi potret nyata struktur ekonomi di daerah. Ia mengakui, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh unsur agar kegiatan ini menghasilkan data berkualitas.
241 Petugas Disiapkan, Pendataan Berlangsung Juni hingga Agustus 2026
Kepala BPS Kobar Tony Suprianto merinci, sebanyak 241 petugas telah disiapkan untuk menjalankan sensus ini. Dari jumlah tersebut, 212 orang bertugas sebagai Petugas Pendataan Lapangan, sementara 29 orang lainnya menjadi Pengawas Lapangan.
"Para petugas itu nantinya akan bertugas mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026," kata Tony. Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 sendiri dilaksanakan secara keseluruhan mulai dari bulan Mei hingga Agustus 2026.
Ajak Masyarakat Dukung Kesuksesan Sensus
Nurhidayah mengajak semua lapisan masyarakat di kabupaten tersebut untuk sama-sama mendukung dan mensukseskan sensus ekonomi ini. "Kami mengajak semua lapisan masyarakat di kabupaten ini, sama-sama mendukung dan mensukseskan sensus ekonomi ini," demikian imbauannya.