PANGKALAN BUN — Pasar Seni Kyai Gede di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, kini resmi beroperasi. Gedung yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 itu diresmikan langsung oleh Bupati Kobar Nurhidayah pada Senin lalu.
Target: Menjadi Pusat Oleh-Oleh Wisatawan Mancanegara
Ketua DPRD Kobar Mulyadin menekankan bahwa pasar ini harus diisi dengan produk-produk asli daerah. Menurutnya, Kotawaringin Barat memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam dan kekayaan budaya yang bisa dikomersialkan.
"Bukan hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga berkontribusi terhadap tumbuh kembang UMKM lokal di Kobar," kata Mulyadin di sela-sela peresmian.
Ia menambahkan, kehadiran pasar ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pusat oleh-oleh bagi wisatawan. Apalagi, Kabupaten Kobar dikenal memiliki kawasan strategis Taman Nasional Tanjung Puting yang mendunia, yang kerap dikunjungi turis asing.
Produk Lokal dan Seni Budaya dari Berbagai Daerah
Dalam peninjauan awal, Mulyadin melihat bahwa sebagian besar produk yang dipajang merupakan hasil kerajinan lokal. Namun, ia juga mencatat adanya produk seni dan budaya dari luar daerah yang turut mengisi lapak.
"Tadi sudah kami lihat, produk yang ada di pasar ini banyak produk lokal. Namun juga ada produk yang berasal dari seni dan budaya dari luar daerah," ucapnya.
Legislator Kobar itu pun mengimbau agar para pengelola dan pedagang memprioritaskan produk khas Kotawaringin Barat. Langkah ini dinilai strategis untuk mempromosikan identitas budaya daerah sekaligus memperkuat daya tarik wisata.
Harapan untuk Ekonomi Kreatif dan UMKM
Mulyadin optimistis Pasar Seni Kyai Gede bisa menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Dengan lokasi yang strategis di pusat kota Pangkalan Bun, pasar ini diyakini mampu menarik minat pembeli, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
"Semoga dengan hadirnya pasar seni Kyai Gede ini dapat menjadi wadah bagi wisatawan yang dari dalam negeri maupun luar negeri yang ingin mencari oleh-oleh khas Kotawaringin Barat," demikian Mulyadin.
Keberadaan pasar ini menjadi angin segar bagi perajin lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan tempat pemasaran yang representatif. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong inovasi produk agar daya saing UMKM Kobar semakin meningkat.