PALANGKA RAYA — Uskup Palangka Raya Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF mengungkapkan rasa bangganya terhadap Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Menurutnya, pimpinan daerah tersebut selalu mengupayakan hadir setiap kali mendapatkan undangan untuk menghadiri agenda resmi di lingkungan Keuskupan Palangka Raya.
Kesan mendalam dirasakan Uskup Aloysius melalui tindakan-tindakan sederhana namun penuh makna yang ditunjukkan oleh gubernur. Ia mengenang momen saat peletakan batu pertama di Katolik Center, di mana gubernur secara langsung memayunginya sebagai tuan rumah acara.
"Saat kami datang dan bertemu di rumah jabatan, bapak Gubernur juga yang membukan botol minuman kami. terimakasih bapak Gubernur Agustiar Sabran," kata Aloysius saat memberikan sambutan di Palangka Raya, Kamis malam.
Cerita Uskup Tentang Kedekatan Gubernur Agustiar Sabran
Uskup Aloysius menilai kehadiran gubernur dalam acara 25 tahun Tahbisan Episcopal ini memperlihatkan rasa kekeluargaan yang nyata antarumat beragama. Suasana kesatuan tersebut sangat terasa bagi seluruh umat Katolik yang hadir dalam prosesi tersebut.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan visi Kalteng Berkah yang membawa damai sejahtera bagi seluruh pemeluk agama tanpa terkecuali. Hal ini dianggap sebagai perwujudan nyata dari toleransi yang terus dipupuk di wilayah Kalimantan Tengah.
Harapan Gubernur untuk Kerukunan Umat Katolik di Kalteng
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengaku tersanjung dapat menjadi bagian dari perayaan pesta perak tersebut. Ia menyampaikan selamat kepada Uskup Aloysius dan berharap sang pemimpin umat tetap semangat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah melalui bimbingan keimanan.
"Semoga Uskup panjang umur dan tetap semangat memberikan kontribusi terhadap provinsi ini, khususnya dalam bidang keimanan umat Katolik," ujar Agustiar.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian prosesi dan sambutan yang disampaikan Uskup memberikan rasa tenang dan damai. Suasana guyup serta rukun ini diharapkan menjadi energi tambahan untuk membangun Kalimantan Tengah agar semakin maju dan lebih baik ke depannya.
Agustiar juga menyinggung perjalanan panjang Uskup Aloysius yang telah bertugas di Palangka Raya sejak tahun 2001. Ia berharap pengalaman sejarah masa lalu menjadi pelajaran berharga agar kerukunan antarumat beragama di Kalteng tetap terjaga dan tidak lagi mengalami masa-masa sulit.