Bupati Gunung Mas Salurkan 23 Sapi Kurban ke Sembilan Kecamatan, Ada Bantuan dari Presiden

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:56:42 WIB
Bupati Gunung Mas menyerahkan 23 ekor sapi kurban kepada sembilan kecamatan pada Hari Raya Iduladha.

KUALA KURUN — Sebanyak 23 ekor sapi kurban dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas didistribusikan ke sembilan kecamatan dalam rangka Hari Raya Iduladha. Bupati Gunung Mas Jaya bersama istri, Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, memimpin langsung penyerahan di Masjid Darul Aman, Kecamatan Tewah, Rabu (27/5/2026).

Sembilan Kecamatan Jadi Sasaran Distribusi

Bantuan hewan kurban dari Pemkab Gunung Mas disalurkan melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) setempat. Bupati Jaya merinci, 23 ekor sapi tersebut dibagikan ke Kecamatan Kurun, Tewah, Manuhing, Rungan Barat, Rungan Hulu, Kahayan Hulu Utara, Sepang, Mihing Raya, dan Rungan.

“Sebanyak 23 ekor sapi kurban disalurkan ke sembilan kecamatan,” ujar Bupati dua periode tersebut dalam sambutannya.

Ada Bantuan Presiden untuk Masjid Darul Aman

Selain dari pemkab, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengirimkan 17 ekor sapi kurban. Tahun ini, satu ekor sapi bantuan Presiden Republik Indonesia diberikan khusus kepada Masjid Darul Aman di Kecamatan Tewah.

Kegiatan penyerahan dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Gunung Mas, jajaran Pemkab, Kantor Kementerian Agama, pengurus DMI, serta masyarakat setempat. Mereka menyambut antusias penyaluran hewan kurban tersebut.

Bupati: Jaga Gotong Royong dan Ketertiban Pembagian

Bupati Jaya mengajak seluruh pengurus rumah ibadah dan masyarakat untuk terus memperkuat persatuan serta semangat gotong royong. Ia menekankan pentingnya pembagian daging kurban dilakukan secara tertib dan tepat sasaran.

“Manfaatnya harus benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” pesan Bupati di hadapan para pengurus masjid dan warga.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: enewskalteng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top