SAMPIT — Sebanyak 37 formasi tenaga kesehatan disiapkan Pemkab Kotawaringin Timur dalam rekrutmen tahun 2026. Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menyebut langkah ini sebagai strategi memperkuat pelayanan dasar di puskesmas dan fasilitas kesehatan lain yang masih kekurangan personel.
Rincian formasi yang tersedia meliputi enam dokter umum, satu dokter gigi, enam perawat, enam bidan, lima tenaga farmasi, lima tenaga gizi, tujuh tenaga teknologi laboratorium medik, dan satu tenaga kesehatan masyarakat. Seluruhnya akan ditempatkan di wilayah penugasan khusus yang telah ditentukan.
“Pemkab Kotim terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat. Rekrutmen ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah penugasan khusus,” ujar Umar, Kamis (27/5/2026).
Pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 5 Juni 2026. Pelamar wajib melengkapi persyaratan administrasi, antara lain memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) aktif dan BPJS Kesehatan aktif.
Tahapan seleksi dimulai dengan verifikasi administrasi pada 6–10 Juni, dilanjutkan pengumuman hasil administrasi pada 11 Juni. Peserta yang lolos dapat mengajukan sanggah hingga 13 Juni. Tes tertulis dan wawancara dijadwalkan pada 18–19 Juni, dengan pengumuman kelulusan akhir pada 24 Juni 2026.
Peserta yang dinyatakan lolos akan menjalani penempatan dan penandatanganan kontrak kerja hingga 26 Juni. Setelah itu, mereka mengikuti pembekalan pada 29 Juni sebelum diberangkatkan ke lokasi tugas pada 30 Juni 2026.
Umar menegaskan program ini tidak hanya bertujuan menambah jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga mewujudkan pemerataan pelayanan yang berkualitas di seluruh kecamatan. “Tenaga kesehatan yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui rekrutmen ini, Pemkab Kotim berharap kualitas layanan kesehatan di daerah penugasan khusus semakin meningkat, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan sektor kesehatan yang terus digencarkan pemerintah daerah.