Pencarian

Riset Harvard: Angka Kecelakaan Fatal Naik 15 Persen Saat Album Musik Besar Rilis

Kamis, 20 Agustus 2026 • 16:49:01 WIB
Riset Harvard: Angka Kecelakaan Fatal Naik 15 Persen Saat Album Musik Besar Rilis
Pengemudi muda dan pria mendominasi lonjakan angka kecelakaan fatal di Amerika Serikat pada hari perilisan album musik besar, menurut riset Harvard Medical School.

KALIMANTAN TENGAH — Riset yang dipublikasikan peneliti Harvard Medical School ini menganalisis 233.809 kecelakaan fatal di AS sepanjang 2017–2022. Angka tersebut lalu disilangkan dengan data streaming harian Spotify untuk melihat korelasinya dengan perilaku pengemudi.

Hasilnya, hari perilisan album dari artis papan atas seperti Taylor Swift dan Drake memicu lonjakan aktivitas streaming nasional hingga 43 persen. Pada hari yang sama, angka kecelakaan fatal melonjak 15 persen dibandingkan rata-rata 10 hari sebelum dan sesudahnya.

Mengapa Rilis Album Besar Berisiko bagi Pengemudi?

Studi yang mengamati 10 album dengan streaming harian tertinggi ini mencatat rata-rata 18,2 kematian tambahan per hari perilisan. Pemicunya bukan sekadar mendengarkan musik, melainkan kebiasaan berinteraksi dengan layar untuk mencari lagu baru yang belum familiar.

Ketika album baru dirilis, pengemudi cenderung lebih sering melihat ke layar untuk mengecek judul lagu, durasi, atau daftar putar. Perilaku ini berbahaya karena mengalihkan pandangan dari jalan, terutama di kendaraan dengan layar infotainment besar.

Korban Didominasi Pengemudi Muda dan Pria

Data menunjukkan pengemudi pria dan usia muda menjadi kelompok paling terdampak, dengan tambahan 13,5 kematian pada hari perilisan album. Pengemudi yang sendirian di dalam mobil juga berisiko lebih tinggi karena tidak ada penumpang yang bisa membantu mengoperasikan perangkat musik.

Menariknya, lonjakan kecelakaan justru terjadi pada hari dengan cuaca cerah, bukan saat hujan atau malam hari. Peneliti menduga pengemudi cenderung lengah saat kondisi jalan terasa aman. Angka kematian juga naik 13,9 kasus pada pengemudi yang tidak mengonsumsi alkohol.

Layar Infotainment Justru Memperparah Distraksi

Peneliti menilai sistem infotainment modern yang semakin besar justru menurunkan hambatan bagi pengemudi untuk berinteraksi dengan perangkat. Asisten virtual seperti Siri atau Gemini dianggap memberi rasa aman palsu yang membuat pengemudi lebih berani mengalihkan perhatian.

Survei terbaru JD Power menguatkan temuan ini: 46 persen gangguan berkendara berasal dari layar sentuh atau sistem infotainment bawaan kendaraan. Meski demikian, peneliti mengakui belum bisa membuktikan secara pasti bahwa streaming musik adalah penyebab langsung seluruh kecelakaan tersebut.

Industri Otomotif Mulai Kembali ke Tombol Fisik

Temuan ini muncul di tengah tren industri otomotif yang mulai meninggalkan layar sentuh penuh. Volkswagen dan Hyundai telah mundur dari desain interior yang terlalu bergantung pada layar, sementara Porsche dan Mercedes-Benz menghadirkan kembali tombol fisik untuk kontrol penting seperti volume dan pengatur suhu.

Perubahan desain ini diharapkan mampu menekan angka distraksi, namun tanggung jawab utama tetap berada di tangan pengemudi. Riset ini setidaknya menjadi pengingat bahwa fitur hiburan di dalam kabin—semutakhir apa pun teknologinya—tidak boleh mengalahkan fokus utama saat berkendara.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks