KALIMANTAN TENGAH — Laporan Gaikindo yang dirilis Kamis (20/8/2026) mencatat perubahan peta ekspor kendaraan utuh (CBU) Indonesia. Jika sebelumnya MPV mendominasi, kini SUV mengambil porsi lebih besar. Toyota Yaris Cross menjadi penyumbang utama dengan total pengiriman lebih dari 27.000 unit, menggabungkan varian bensin dan hybrid.
Yaris Cross bermesin bensin menyumbang lebih dari 19.800 unit ekspor. Varian Hybrid Electric Vehicle (HEV) menyusul dengan sekitar 7.200 unit. Vietnam dan sejumlah negara Amerika Latin menjadi tujuan utama SUV kompak tersebut.
Pengiriman Yaris Cross HEV dalam jumlah besar menjadi sinyal penting. Kendaraan elektrifikasi mulai mengambil peran dalam ekspor CBU Indonesia, tidak hanya mengandalkan mesin konvensional.
Mitsubishi Xforce dan Hyundai Creta Perkuat Posisi Indonesia
Mitsubishi Xforce juga menunjukkan permintaan kuat di kawasan Asia Tenggara. Vietnam menjadi pasar terbesarnya dengan 5.060 unit, disusul Filipina yang menyerap 3.045 unit.
Hyundai Creta turut memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi SUV global. Model ini dikirim ke berbagai negara, termasuk pasar Timur Tengah dan Amerika Latin.
Ekspansi pasar ini membuktikan kendaraan produksi Indonesia mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan karakter pasar beragam. Preferensi global terhadap desain SUV yang gagah dengan posisi berkendara lebih tinggi menjadi faktor pendorongnya.
MPV Tidak Kehilangan Pasar, Avanza dan Xpander Tetap Eksis
Meningkatnya ekspor SUV tidak lantas menyingkirkan MPV dari peta ekspor nasional. Toyota Avanza dan Veloz masih menjadi andalan yang dikirim dari pabrik di Indonesia ke berbagai negara.
Mitsubishi Xpander juga mempertahankan perannya sebagai kendaraan ekspor utama. Filipina dan Meksiko tetap menjadi pasar setia MPV produksi dalam negeri.
Kedua segmen ini berjalan berdampingan dengan pasar masing-masing. Perubahan yang terjadi lebih tepat disebut pergeseran komposisi, bukan berakhirnya dominasi MPV.
SUV Kompak Makin Praktis untuk Aktivitas Sehari-hari
Perkembangan teknologi dan desain membuat SUV kompak semakin praktis digunakan. Kendaraan jenis ini tidak hanya mengandalkan tampilan gagah, tetapi juga menawarkan kenyamanan yang sebelumnya menjadi keunggulan utama MPV.
Karakter posisi berkendara yang lebih tinggi dinilai sesuai untuk menghadapi beragam kondisi jalan. Hal ini ikut memengaruhi strategi produsen dalam menentukan model yang diproduksi dan dikirim ke pasar ekspor.
Bagi industri otomotif Indonesia, meningkatnya pengiriman SUV membuka peluang memperluas pasar kendaraan produksi dalam negeri. Basis industri yang kuat di segmen MPV kini diperkuat dengan kapasitas produksi SUV yang semakin diakui pasar global.