SAMPIT — Sebanyak 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, resmi dikukuhkan dan siap bertugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengukuhan berlangsung di Gedung Futsal/Tennis Indoor Stadion 29 November Sampit, Minggu (16/8).
Dari total 70 anggota yang dilantik, komposisinya terdiri atas 43 putra dan 27 putri. Mereka menjalani proses pembinaan panjang sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas mulia pada puncak peringatan detik-detik proklamasi.
Bupati: Jaga Kesehatan dan Konsentrasi Jelang Tugas
Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan pesan khusus kepada seluruh anggota Paskibraka. Ia menekankan bahwa tugas mengibarkan bendera bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepercayaan negara kepada generasi muda.
"Kita telah melantik anggota Paskibraka yang nanti bertugas untuk mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih pada besok hari. Kita berdoa mudah-mudahan mereka dalam melaksanakan tugas yang berat namun mulia ini diberikan kesehatan dan keafiatan," kata Halikinnor di Sampit.
Ia berpesan agar seluruh anggota menjaga kondisi fisik dan fokus. "Kami berpesan agar seluruh anggota dapat menjaga kondisi kesehatan dan konsentrasi sehingga pelaksanaan pengibaran bendera berlangsung tertib, lancar dan khidmat sesuai harapan," ucapnya.
Kabut Asap Karhutla: Waktu Upacara Jadi Penentu Kelancaran
Pelaksanaan upacara tahun ini berlangsung di tengah situasi yang tidak biasa. Kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim memunculkan kabut asap, terutama pada pagi hari.
Meski begitu, pemerintah daerah optimistis upacara berjalan lancar. Halikinnor menyebut kondisi kabut asap pada pagi hari sudah mulai berkurang dibanding sebelumnya. Faktor waktu pelaksanaan upacara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dinilai menjadi pendukung utama kelancaran kegiatan.
"Memang saat ini kita sedang marak terjadi karhutla dan ada asap di pagi hari. Tapi kita ketahui kalau sudah jam 08.00 WIB biasanya udara sudah cukup bagus. Upacara kita juga tidak terlalu pagi, sekitar jam 09.00 WIB mulainya dan pada waktu itu biasanya kabut asap sudah hilang. Jadi, insya Allah itu tidak ada hambatan," demikian Halikinnor.
Pemerintah kabupaten sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla. Petugas pemadam terus dioptimalkan untuk menangani titik-titik api yang muncul di sejumlah kecamatan.
Pembentukan Karakter Generasi Muda Berbasis Pancasila
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Rihel menegaskan, usai dikukuhkan, seluruh anggota secara resmi mengemban tugas pengibaran bendera Merah Putih di lapangan sepak bola Stadion 29 November Sampit.
Rihel menilai proses pembentukan Paskibraka tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan petugas pengibar bendera yang terampil. Lebih dari itu, pembinaan ini membentuk karakter generasi muda melalui kedisiplinan, tanggung jawab, mental, dan kepribadian.
Ia berharap pengalaman selama menjalani pelatihan menjadi bekal bagi para anggota untuk menerapkan nilai-nilai positif di lingkungan masing-masing setelah rangkaian peringatan kemerdekaan selesai. "Ke depan harapan kami, mereka bisa menjadi contoh bagi masyarakat Kotim, khususnya generasi-generasi muda. Memiliki mental dan kepribadian yang berkarakter Pancasila seperti yang telah mereka ikrarkan," ujarnya.
Rihel menambahkan, nilai-nilai kedisiplinan dan karakter Pancasila yang dibangun melalui proses pembinaan Paskibraka sejalan dengan kebutuhan menyiapkan generasi penerus bangsa. "Mereka diharapkan mampu membawa semangat tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga harapannya Indonesia Emas 2045 itu bisa terwujud," demikian Rihel.
Upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kotim rencananya dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta diikuti berbagai elemen masyarakat. Pengukuhan sebelumnya turut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rimbun, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.