Pencarian

Thimbleweed Park 2 Diumumkan, Didanai Penggemar Kaya yang Tidak Disebut Namanya

Sabtu, 15 Agustus 2026 • 20:46:01 WIB
Thimbleweed Park 2 Diumumkan, Didanai Penggemar Kaya yang Tidak Disebut Namanya
Ron Gilbert mengumumkan Thimbleweed Park 2 didanai oleh penggemar kaya dari luar industri tanpa melalui publisher tradisional atau platform crowdfunding.

KALIMANTAN TENGAH — Pengembang Ron Gilbert akhirnya buka suara soal pendanaan di balik Thimbleweed Park 2. Dalam wawancara terbaru dengan Bloomberg, Gilbert mengungkapkan bahwa proyek sekuel ini tidak memakai jalur publisher tradisional maupun platform crowdfunding seperti Kickstarter. Sebagai gantinya, seorang kenalan memperkenalkannya pada sosok yang disebut sebagai "orang kaya dari luar industri" yang merupakan penggemar berat game petualangan klasik.

Gilbert awalnya ragu dengan cerita tersebut. Namun setelah berkomunikasi langsung, sang dermawan terbukti serius dan menyetujui anggaran produksi yang diajukan. Menurut laporan Bloomberg, biaya pengembangan Thimbleweed Park 2 lebih tinggi dari game pertamanya yang menghabiskan dana sekitar USD 1 juta (sekitar Rp 16 miliar).

Alasan Menolak Publisher Tradisional

Keputusan Gilbert untuk menghindari publisher bukan tanpa alasan. Pengalamannya bekerja sama dengan penerbit besar di masa lalu meninggalkan kesan buruk terkait pembagian keuntungan.

"Saya tidak keberatan publisher mendapatkan kembali uang mereka," ujar Gilbert. "Masalahnya, setelah mereka balik modal, mereka masih ingin mengambil mayoritas keuntungan. Ada juga syarat-syarat aneh, seperti kamu tidak mendapat apa-apa kecuali game-mu menjadi hit besar. Saya selalu merasa itu tidak adil."

Ketika minat untuk membuat Thimbleweed Park 2 muncul, publisher sebenarnya tertarik. Namun syarat yang diajukan tidak bisa diterima Gilbert. Opsi Kickstarter juga sudah ia coret dari daftar. Situasi ini membuat proyek sempat macet sebelum sang dermawan muncul.

Kesepakatan yang Lebih Adil

Gilbert menyusun anggaran produksi yang ia sebut "sangat realistis" sebelum mengajukannya ke sang dermawan. Hasilnya, kesepakatan yang tercapai justru jauh lebih menguntungkan dibanding tawaran publisher mana pun.

"Kesepakatan ini jauh lebih adil. Dia mendapatkan kembali modalnya dengan cepat, lalu setelah itu pembagian keuntungan dilakukan dengan rasional," jelas Gilbert.

Model pendanaan semacam ini memang langka di industri game. Biasanya kisah "penggemar kaya mendanai proyek" hanya menjadi angan-angan para developer. Thimbleweed Park 2 menjadi pengecualian yang nyata.

Genre yang Masih Punya Pasar

Meski genre point-and-click adventure dianggap niche, Gilbert percaya audiensnya tetap setia. Thimbleweed Park yang dirilis hampir satu dekade lalu masih terus menghasilkan penjualan hingga sekarang.

"Kami hampir 10 tahun dari perilisan dan game itu masih laku," kata Gilbert. "Itu memberi tahu saya bahwa masih ada audiens untuk game ini dan game sejenisnya."

Daya tarik adventure klasik memang tidak bergantung pada teknologi grafis terkini. Banyak judul terbaik genre ini, termasuk Thimbleweed Park, justru tampil dengan gaya visual retro yang mengingatkan pada era 90-an.

Bukan Sekuel, Bukan Prequel

Menariknya, Gilbert menegaskan Thimbleweed Park 2 bukanlah sekuel maupun prequel dari game pertamanya. Pernyataan ini meninggalkan tanda tanya besar bagi penggemar tentang bentuk narasi yang akan dihadirkan.

Dengan target rilis awal 2028, penggemar masih harus bersabar menunggu sekitar dua tahun lagi. Namun kabar ini setidaknya menjadi angin segar bagi komunitas adventure game yang selama ini haus akan karya baru dari nama-nama legendaris seperti Gilbert.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks