Pencarian

Taman Kota Sampit Mengering di Musim Kemarau, Warga Soroti Minimnya Perawatan dan Penyiraman

Kamis, 13 Agustus 2026 • 17:27:01 WIB
Taman Kota Sampit Mengering di Musim Kemarau, Warga Soroti Minimnya Perawatan dan Penyiraman
Rumput di Taman Kota Sampit tampak mengering dan berubah kecokelatan akibat musim kemarau yang melanda Kotawaringin Timur.

SAMPIT — Pemandangan kontras terlihat di Taman Kota Sampit saat musim kemarau berkepanjangan melanda wilayah Kotawaringin Timur. Hamparan rumput yang biasanya hijau kini berubah kecokelatan dan mengering, sementara dedaunan dari pepohonan di berbagai sudut taman berguguran, memberikan kesan kawasan tersebut tidak terawat.

Kondisi ini terpantau pada Kamis pagi (13/8/2026). Tidak adanya hujan selama musim kemarau membuat berbagai jenis tanaman di ruang terbuka tersebut kehilangan kesegarannya, berbeda dengan kondisi biasanya yang menjadi salah satu paru-paru kota.

Keluhan Warga soal Penyiraman dan Sampah Menumpuk

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah kebersihan. Sampah masih ditemukan berserakan di beberapa titik, sementara sejumlah bak sampah di lokasi terlihat telah penuh dan tidak segera diangkut.

Putri, seorang warga yang sedang bersantai di taman, mempertanyakan sistem pemeliharaan yang dilakukan pengelola, khususnya saat musim kemarau. Ia menyayangkan tidak adanya upaya penyiraman untuk menjaga rumput tetap hijau dan nyaman dipandang.

“Kalau musim kemarau seperti ini, apakah memang tidak ada penyiraman atau pemeliharaan untuk tanaman di taman kota?” ujarnya.

Ia berharap penyiraman tanaman, pembersihan daun yang berguguran, hingga pengangkutan sampah yang menumpuk segera dilakukan. Menurutnya, kombinasi rumput kering dan sampah yang berserakan membuat taman semakin terlihat gersang.

“Daunnya banyak berguguran, rumput kering. Ditambah sampah di beberapa tempat. Jadi kelihatan semakin gersang dan kurang terawat,” katanya.

Ruang Terbuka Hijau yang Vital bagi Warga

Taman Kota Sampit selama ini menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang cukup banyak dimanfaatkan masyarakat. Selain sebagai tempat bersantai, kawasan ini juga menjadi ruang bagi warga untuk beraktivitas dan berkumpul.

Oleh karena itu, warga berharap pemeliharaan taman tetap menjadi prioritas, terutama saat musim kemarau ketika tanaman rentan mengering. Perawatan rutin dinilai penting agar fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman tidak hilang di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tintaborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks