KALIMANTAN TENGAH — Sinergi antara PLN dan pemerintah daerah kembali diperkuat untuk memastikan tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Solok yang gelap gulita. Dalam forum koordinasi tersebut, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Solok memaparkan kondisi kelistrikan terkini, termasuk data desa yang masih membutuhkan akses listrik dan tantangan teknis di lapangan.
Manager PLN UP3 Solok, Hariani, menegaskan bahwa kolaborasi erat adalah kunci utama merealisasikan target elektrifikasi. Pihaknya siap memberikan layanan terbaik dengan menjunjung integritas dan prinsip 4 No's.
"Sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Solok menjadi langkah nyata untuk mempercepat realisasi Program Listrik Desa sehingga semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang andal, aman, dan berkeadilan," ujar Hariani dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (7/8).
Dukungan Pemda dan Data Lokasi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Solok tidak tinggal diam. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jefrizal, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan program ini. Bentuk dukungannya konkret: penyediaan data lokasi prioritas, fasilitasi proses perizinan, dan penguatan koordinasi dengan pemerintah nagari.
Langkah ini dinilai penting karena pembangunan infrastruktur kelistrikan seringkali terhambat masalah administrasi dan koordinasi lapangan. Dengan adanya data akurat dari pemda, PLN bisa langsung bergerak ke titik-titik yang paling membutuhkan.
Listrik sebagai Penggerak Ekonomi Nagari
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, Ririn Rachmawardini, menekankan bahwa program ini bukan sekadar memasang tiang dan kabel. Kehadiran listrik diharapkan membuka peluang usaha baru, memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta menggerakkan roda ekonomi di tingkat nagari.
"Program Listrik Desa bukan sekadar membangun jaringan listrik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," jelas Ririn.
Forum yang berlangsung di Kantor Bupati Solok ini juga dihadiri oleh Asisten Manager Perencanaan UP3 Solok, Manager ULP Kayu Aro, Manager ULP Singkarak, serta perangkat nagari dan jorong. Total 11 peserta hadir dalam diskusi tersebut.
Target Desa Berlistrik di Sumatera Barat
Komitmen bersama ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya desa-desa berlistrik di seluruh Kabupaten Solok. PLN menargetkan pemerataan akses energi yang berkeadilan, sehingga listrik andal bisa menjadi energi penggerak pembangunan berkelanjutan di ranah Minangkabau.
Dengan kolaborasi yang semakin erat antara BUMN dan pemerintah daerah, percepatan elektrifikasi di Sumatera Barat diyakini akan berjalan lebih efektif. Masyarakat di pelosok pun bisa segera menikmati manfaat listrik untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.