Pencarian

Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Bebas Sanksi FIFA, Timnas Masih Tertutup

Senin, 02 November 2026 • 15:23:01 WIB
Tujuh Pemain Naturalisasi Malaysia Bebas Sanksi FIFA, Timnas Masih Tertutup
Tujuh pemain naturalisasi Malaysia resmi bebas sanksi FIFA dan dapat kembali berlaga bersama klub masing-masing.

KALIMANTAN TENGAH — Tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang sebelumnya dihukum FIFA karena proses pendaftaran ilegal resmi menjalani sanksi hingga 1 November 2026. Mereka kini bisa kembali berlaga bersama klub, tetapi pintu ke timnas Malaysia masih tertutup rapat.

Kebebasan itu berlaku bagi Facundo Garces, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueireido, dan Hector Hevel. Ketujuhnya dinyatakan telah menyelesaikan hukuman sesuai ketetapan Komite Disiplin FIFA.

Dengan status itu, hak mereka sebagai pesepakbola profesional kembali utuh. Mereka bisa langsung masuk skuad klub masing-masing tanpa lagi terhalang larangan beraktivitas di sepak bola.

Ke Mana Saja Ketujuh Pemain Berkarier Sekarang

Garces masih terdaftar di Alaves, klub Liga Spanyol. Machuca membela Independiente di Argentina, sementara Holgado diperkirakan merapat ke DPMM, klub Brunei yang berkompetisi di liga Malaysia.

Empat nama lain, yakni Irazabal, Palmero, Figueireido, dan Hevel, tercatat sebagai pemain Johor Darul Ta'zim. Sejak November ini mereka semua sudah bisa tampil untuk JDT.

MFL Tetap Anggap Mereka Pemain Domestik

Liga Sepak Bola Malaysia (MFL) menilai proses naturalisasi ketujuh pemain sah. Pemerintah Malaysia juga menegaskan hal serupa, sehingga MFL masih memperlakukan mereka sebagai pemain domestik berstatus naturalisasi di kompetisi lokal.

Konsekuensinya, untuk laga-laga Liga Malaysia tidak ada perubahan status. Mereka tetap dihitung sebagai pemain lokal, bukan asing.

Mengapa Timnas Malaysia Masih Tak Bisa Memakai Mereka

FIFA tidak mengakui status kewarganegaraan mereka. Selama dokumen naturalisasi yang valid belum bisa dibuktikan, ketujuh pemain itu tertutup peluangnya memperkuat Harimau Malaya.

Artinya, kebebasan yang mereka peroleh berlaku di level klub saja. Untuk pertandingan internasional, pintu itu belum terbuka.

Kronologi Sanksi: Dari Denda Rp7,7 Miliar sampai Putusan CAS

Pada 26 September 2025, Komite Disiplin FIFA memutuskan Malaysia memakai dokumen palsu atau tidak sah dalam berkas pendaftaran tujuh pemain naturalisasi. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dijatuhi denda 350.000 franc Swiss, setara Rp7,7 miliar.

Para pemain yang terlibat dilarang beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan dan didenda Rp44 juta. Pada 5 Maret 2026, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding FAM, sehingga larangan FIFA tetap berlaku. CAS hanya mengurangi durasi hukuman larangan aktivitas.

Bagi JDT, kembalinya empat pemain naturalisasi menambah kedalaman skuad untuk sisa musim. Namun untuk Malaysia di pentas internasional, persoalan dokumen masih jadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks