Pencarian

PM2.5 Palangka Raya Naik ke 107,5 µg/m³, Kualitas Udara Masih Tak Sehat Meski Hujan Dua Hari

Rabu, 28 Oktober 2026 • 07:47:31 WIB
PM2.5 Palangka Raya Naik ke 107,5 µg/m³, Kualitas Udara Masih Tak Sehat Meski Hujan Dua Hari
Konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya terpantau naik ke 107,5 µg/m³ pada Selasa sore.

PALANGKA RAYA — Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Nadya Safira, menyampaikan konsentrasi PM2.5 pada pukul 16.00 WIB berada di kategori tidak sehat. Pemantauan satu jam sebelumnya menunjukkan angka 96,4 µg/m³, juga tidak sehat. Artinya polusi justru menanjak pada sore hari.

Kenaikan itu terjadi setelah Palangka Raya diguyur hujan dua hari berturut-turut, Senin, 26 Oktober 2026 dan Selasa. Warga diminta tetap mewaspadai kualitas udara meski asap karhutla terpantau mulai menipis.

Hujan Dua Hari Hasil Sinergi Atmosfer dan OMC

Nadya menyebut hujan yang turun dipengaruhi dinamika atmosfer alami dan intervensi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). "Kejadian hujan dua hari ini merupakan hasil sinergi antara faktor dinamika atmosfer dan intervensi OMC," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa.

OMC, menurut Nadya, bukan mesin pembuat hujan. "Secara meteorologis, OMC tidak dapat menciptakan hujan dari udara kering tanpa keberadaan awan pembawa air," jelasnya.

Penyemaian awan atau cloud seeding baru dijalankan ketika atmosfer menyediakan pasokan uap air dan bibit awan potensial. "Penyemaian awan dilakukan saat tersedia uap air dan bibit awan potensial untuk mempercepat proses pembentukan hujan," paparnya.

Target OMC: Basahi Wilayah Terdampak Kabut Asap

Tujuan intervensi itu agar presipitasi turun lebih optimal dan merata. "Sehingga presipitasi turun lebih optimal, merata, dan segera membasahi area yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," ungkap Nadya.

Sebelumnya, konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya sempat mencapai tingkat yang dikategorikan berbahaya. Kondisi itu membuat kualitas udara kota menjadi perhatian warga dalam beberapa waktu terakhir.

Meski asap mulai menipis, angka 107,5 µg/m³ menunjukkan udara Palangka Raya belum kembali bersih. Pemantauan berkala dari Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut akan jadi acuan apakah kategori tidak sehat bertahan atau membaik pada jam-jam berikutnya.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: beritasampit.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks