Pencarian

Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Berbahaya, Hotspot Kalteng Masih Terbanyak di Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 • 05:17:32 WIB
Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Berbahaya, Hotspot Kalteng Masih Terbanyak di Indonesia
Konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya tercatat 1.373,8 µg/m3 pada Kamis (15/10) pukul 17.00 WIB.

PALANGKA RAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya menyentuh 1.373,8 µg/m3 pada Kamis (15/10) pukul 17.00 WIB. Angka itu berada di kategori Berbahaya. Empat jam kemudian, pukul 22.00 WIB, konsentrasinya turun ke 351,4 µg/m3, lalu 239,9 µg/m3 pada Jumat (16/10) dini hari dengan kategori Sangat Tidak Sehat.

Memburuknya kualitas udara berjalan seiring lonjakan titik panas di Kalimantan Tengah. Pemantauan BMKG pada Rabu (14/10) mengidentifikasi 346 titik panas di seluruh Kalimantan, dengan Kalteng menjadi penyumbang terbesar.

Hotspot Kalteng Naik dari 65 ke 130 Titik dalam Sehari

Data SiPongi Kementerian Kehutanan pada Rabu pukul 21.00 WIB menunjukkan 130 titik panas di Kalteng. Jumlah itu naik dua kali lipat dari 65 titik pada periode sebelumnya.

Fluktuasi serupa terjadi sepanjang September. Pada 30 Agustus 2026 pukul 21.02 WIB tercatat 308 titik, lalu turun ke 243 titik pada 6 September 2026 pukul 21.25 WIB. Data SiPongi Minggu, 13 September 2026 pukul 21.20 WIB, mendeteksi 89 titik.

Sehari berselang, Senin, 14 September 2026 pukul 21.05 WIB, jumlahnya melonjak menjadi 689 titik. Pada Rabu (16/9) pukul 21.00 WIB turun ke 102 titik, sebelum kembali meledak menjadi 1.035 titik pada Sabtu (19/9) pukul 23.59 WIB.

Peningkatan paling signifikan terjadi di Kalteng. Kementerian Kehutanan menjadikan wilayah ini fokus utama penguatan operasi pemadaman. Memasuki Oktober, data SiPongi pada Jumat (2/10) pukul 21.10 WIB masih mencatat 355 titik.

Jarak Pandang di Bandara Tjilik Riwut Sempat 600 Meter

Kabut asap berdampak langsung pada aktivitas warga dan penerbangan. Pada Sabtu (19/9), jarak pandang di Palangka Raya sempat turun hingga sekitar 350 meter pada pagi hari.

Sehari kemudian, Minggu (20/9), jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya turun hingga sekitar 600 meter. Kondisi itu mengganggu 14 pergerakan pesawat, terdiri atas tujuh kedatangan dan tujuh keberangkatan.

Data SiPongi Minggu (20/9) pukul 21.05 WIB menunjukkan hotspot di Kalteng sebanyak 968 titik, turun dari 1.035 titik sehari sebelumnya. Kabut asap masih menjadi tantangan serius bagi operasi dan aktivitas masyarakat.

Kelompok Rentan Paling Berisiko Terdampak

Kualitas udara yang memburuk menuntut perhatian khusus bagi anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis. Kelompok ini paling rentan mengalami dampak kesehatan saat konsentrasi PM2.5 melampaui ambang aman.

Kebakaran hutan dan lahan juga mengganggu habitat, sumber pakan, serta jalur pergerakan satwa liar. Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan unit terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap satwa yang terdampak.

Setiap laporan mengenai keberadaan satwa liar terdampak terlebih dahulu diverifikasi dan diasesmen lapangan. Tujuannya mengetahui kondisi satwa dan menentukan bentuk intervensi yang diperlukan.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: darilaut.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks