PALANGKA RAYA — Penyerahan bantuan menyasar 500 penerima BLT KHBS yang masing-masing menerima Rp250 ribu. Pemprov Kalteng menambahkan bantuan pangan berupa beras, gula, dan minyak goreng sebagai dukungan kebutuhan dasar harian.
Agustiar menegaskan perhatian pemerintah tidak hanya pada pemenuhan air bersih, tetapi juga kebutuhan dasar lain lewat program KHBS. Menurutnya, program bantuan tunai dan pangan tetap berjalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
10 Juta Liter Air Bersih Disiapkan untuk Wilayah Kekeringan
Pemprov Kalteng menyiapkan hingga 10 juta liter air bersih yang didistribusikan memakai armada tangki ke sejumlah wilayah dengan pasokan terbatas. Sampai saat ini, sekitar 4,7 juta liter telah disalurkan ke 14 kabupaten dan kota.
Gubernur meminta warga yang masih kesulitan air bersih melapor ke lurah atau melalui kanal pengaduan Lapor Pak Gubernur. "Kalau Bapak dan Ibu masih kekurangan air bersih, sampaikan kepada kami melalui Pak Lurah atau kanal pengaduan Lapor Pak Gubernur. Pemerintah akan menindaklanjutinya," ujarnya.
Verifikasi Data Penerima agar Bantuan Tepat Sasaran
Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden meminta jajaran kelurahan menyosialisasikan program KHBS, termasuk mekanisme dan kriteria penerima manfaat. Warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum menerima bantuan diminta melapor lewat lurah, relawan, atau kanal Lapor Gub.
Setiap laporan akan melalui verifikasi dan validasi untuk memastikan kelayakan calon penerima. "Data yang disampaikan akan diverifikasi dan divalidasi kembali agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran," jelas Linae.
Bantuan pangan yang disalurkan bersama BLT KHBS disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di tengah kondisi yang berdampak pada aktivitas warga.