Pencarian

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekat Radius 3 Km

Sabtu, 05 September 2026 • 10:38:02 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekat Radius 3 Km
Gunung Anak Krakatau erupsi dengan kolom abu setinggi 300 meter, terpantau sejak Jumat (4/9) hingga Sabtu (5/9) dini hari.

KALIMANTAN TENGAH — Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan kegiatannya dengan serangkaian erupsi yang terekam sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga pengamatan Sabtu (5/9) pukul 06.00 WIB. Erupsi terbesar dalam periode tersebut terjadi pada Sabtu pukul 00.01 WIB, dengan amplitudo maksimum 70 milimeter yang terekam di seismograf.

Badan Geologi Kementerian ESDM melalui akun resmi X @badan_geologi mengonfirmasi kejadian ini. “Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Sabtu, 05 September 2026, pukul 00:01 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 0 detik,” demikian keterangan resmi yang dikutip Sabtu (5/9).

Aktivitas Visual dan Status Gunung Terkini

Berdasarkan laporan dari situs resmi MAGMA Kementerian ESDM, aktivitas erupsi yang berlangsung diinterpretasikan sebagai 'Lava Fontain' atau lava air mancur. Fenomena ini menunjukkan suplai magma dari kedalaman yang masih kuat ke permukaan.

Secara visual, kondisi gunung api terpantau cerah berawan hingga mendung. Asap kawah utama teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal, menjulang setinggi 100 hingga 300 meter dari puncak. Kolom abu letusan juga teramati dengan ketinggian mencapai 300 meter. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut dengan suhu udara berkisar 26,6 hingga 26,9 derajat Celsius.

Larangan Aktivitas dan Radius Aman

Menyusul peningkatan aktivitas ini, Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan imbauan resmi yang ditujukan kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan, pengunjung, dan pendaki. Imbauan ini bersifat tegas untuk menghindari potensi bahaya dari erupsi freatik maupun magmatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,” demikian bunyi keterangan resmi dari laman MAGMA.

Larangan ini berarti tidak ada aktivitas pendakian, penyeberangan ke pulau, ataupun bersandar di area pesisir pantai dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah. Seluruh aktivitas wisata di sekitar area tersebut untuk sementara waktu dihentikan demi keselamatan.

Dentuman Terdengar hingga Jakarta dan Bandung

Menjelang tengah malam Jumat (4/9) hingga Sabtu dini hari, sejumlah warganet di beberapa kota besar seperti Bandung, Purwakarta, dan Jakarta melaporkan mendengar suara dentuman sayup-sayup yang terjadi berkali-kali. Suara tersebut diperkirakan merupakan getaran atau gelombang suara yang dihasilkan dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa oleh kondisi atmosfer.

Fenomena terdengarnya suara dentuman dari gunung berapi di Lampung hingga ke Pulau Jawa sebenarnya bukan hal yang baru. Hal serupa pernah terjadi pada erupsi-erupsi sebelumnya, terutama saat terjadi letusan dengan energi yang cukup besar atau saat kondisi angin dan kelembaban udara mendukung perambatan gelombang suara.

Bagi Anda yang berencana berwisata ke kawasan pesisir Lampung atau Pulau Jawa bagian barat dalam waktu dekat, penting untuk memantau informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia. Status aktivitas gunung dapat berubah sewaktu-waktu, dan kepatuhan terhadap imbauan radius aman adalah prioritas utama.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: viva.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks