Pencarian

Ekonomi Malaysia Tumbuh 6 Persen, Ekspor dan Belanja Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Senin, 17 Agustus 2026 • 11:50:31 WIB
Ekonomi Malaysia Tumbuh 6 Persen, Ekspor dan Belanja Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Bank Negara Malaysia mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026 sebesar 6 persen secara tahunan, didorong ekspor dan belanja rumah tangga.

KALIMANTAN TENGAH — Bank Negara Malaysia (BNM) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026 mencapai 6 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini lebih tinggi dibanding ekspansi 5,4 persen pada kuartal pertama dan melampaui estimasi awal pemerintah sebesar 5,8 persen.

Data Departemen Statistik Malaysia menunjukkan, seluruh sektor mencatat kinerja positif kecuali pertanian. Sektor industri, jasa, dan konstruksi menjadi pendorong utama sekaligus penyeimbang perlambatan di sektor agraris.

Proyeksi Pertumbuhan 2026 dan Sikap Bank Sentral

Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour menyatakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan berada di kisaran 5 persen — batas atas proyeksi bank sentral sebesar 4 hingga 5 persen. Tahun lalu, ekonomi Malaysia tumbuh 5,2 persen.

"Permintaan komersial diperkirakan akan tetap tangguh, didorong oleh belanja rumah tangga dan aktivitas investasi," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (15/8/2026).

Bank sentral Malaysia telah menahan suku bunga acuan stabil selama enam pertemuan kebijakan berturut-turut. Inflasi diperkirakan tetap terkendali berkat subsidi bahan bakar dan bantuan pemerintah lainnya, meski kenaikan harga komoditas global berpotensi menekan harga-harga.

Abdul Rasheed menilai sikap kebijakan moneter saat ini "tepat dan konsisten dengan prospek stabilitas harga yang berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi yang lestari."

Indonesia Ekspor Beras Perdana ke Malaysia

Di tengah momentum pertumbuhan ekonomi Malaysia, Indonesia justru membuka peluang pasar baru. Pemerintah mengirimkan 1.000 ton beras premium ke Malaysia — pengiriman perdana setelah mencapai swasembada pangan — khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar Sarawak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut langkah ini sebagai momen penting karena produksi nasional kini tak hanya mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu memasok pasar internasional.

"Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Keputusan membuka keran ekspor diambil setelah pemerintah memastikan stok beras nasional aman. Bulog saat ini mencatat stok mencapai 5,2 juta ton, bahkan surplus 2 juta ton hingga butuh sewa gudang tambahan.

Peluang Perluasan Pasar dan Dampak bagi Petani

Volume ekspor beras ke Malaysia berpeluang meningkat signifikan. Kebutuhan beras Sarawak saja diperkirakan mencapai 200.000 ton per tahun, sementara kebutuhan seluruh Malaysia mencapai 1,5 hingga 1,7 juta ton per tahun.

Kerja sama ini telah dibahas langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Pemerintah Malaysia memberi apresiasi dan membuka peluang peningkatan volume pasokan dari Indonesia.

Beras yang diekspor merupakan jenis premium dengan harga kesepakatan sekitar 3,9 Ringgit Malaysia atau setara Rp 17.000 per kilogram. Jika volume ekspor mencapai 200.000 ton, nilai perdagangan diperkirakan tembus Rp 3,39 triliun.

Bagi petani, terbukanya pasar ekspor ini memperluas jangkauan penjualan sekaligus menciptakan harga yang lebih kompetitif. "Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor," tegas Amran.

Dengan produksi beras nasional 2026 yang diperkirakan lebih tinggi dari tahun sebelumnya, Indonesia kini memiliki posisi tawar baru di pasar pangan regional — berbanding terbalik dengan posisinya beberapa tahun lalu yang masih bergantung pada impor.

Follow monitorkalteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks